Find and Follow Us

Selasa, 28 Januari 2020 | 09:41 WIB

Tuduhan ke Moeldoko Terkait Jiwasraya Tak Berdasar

Rabu, 15 Januari 2020 | 08:01 WIB
Tuduhan ke Moeldoko Terkait Jiwasraya Tak Berdasar
Sekjen Relawan Jokowi (ReJO) Ferrari Roemawi - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sekjen Relawan Jokowi (ReJO) Ferrari Roemawi meminta semua pihak berhenti mengait-ngaitkan Kepala Staf Presiden Moeldoko dengan kasus yang membelit PT Asuransi Jiwasraya (persero).

"Jika ada upaya-upaya melibatkan beliau dalam kasus Jiwasraya itu sepenuhnya tidak berdasar," kata Ferari dalam keterangan tertulisnya Selasa (14/1/2020).

Ferari mendukung sepenuhnya aparat penegak hukum agar mengusut secara tuntas kasus itu. Namun, lanjut dia, jangan menyeret-nyeret orang yang tidak tahu permasalahan Jiwasraya kedalam persoalan itu.

"Marilah kita dukung segala daya upaya pemerintah termasuk aparat hukum dalam menyelesaikan permasalahan Jiwasraya. Jangan mengaitkan orang-orang yang tidak terkait menjadi seolah-olah terkait sehingga persoalan ini menjadi bias dan keluar dari akar permasalahan yang sebenarnya," ungkapnya.

Anggota Komisi VI DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Demokrat tersebut meminta semua pihak menghormati proses hukum yang tengah berjalan berkaitan kasus tersebut.

"Mari kita beri kesempatan kepada aparat hukum untuk menindak tegas siapapun yang terlibat tanpa ada tebang pilih," tuturnya.

Menurut Ferari, mengaitkan Moeldoko ke dalam Jiwasraya hanya karena bekas Direktur Keuangan Hary Prasetyo pernah bekerja di KSP sama saja menebar fitnah dan pembunuhan karaktet (caracter assasination).

"Padahal pada saat itu (saat pengangkatan mantan Dirkeu Jiwasraya sebagai tenaga ahli utama di KSP) sama sekali belum ada informasi apapun kepada publik terkait masalah apapun pada Jiwasraya," jelasnya.

Bahkan, menurut Ferari, Moeldoko baru mengenal yang bersangkutan saat bertugas di KSP pada pertengahan tahun 2018. Sebagai catatan, kata Ferari, Asuransi Jiwasraya menurut laporan keuangannya per 31 Desember 2017 mendapatkan laba sebesar Rp328 M (hasil audit PWC).

Sedangkan pengangkatan Hary Prasetyo sebagai tenaga ahli utama KSP pada Mei 2018. Sangat jelas sekali dimana posisi saudara Hary Prasetyo diangkat di KSP.

"Data resmi yang ada (pada saat itu) Jiwasraya masih dalam posisi untung," ungkap Ferari.

Masih menurut Ferari, bahwa pada saat ini patut diduga ada rekayasa laporan keuangan Jiwasraya hal itu sama sekali tidak terlihat pada Mei 2018. Tidak satupun instansi yang berwenang atas pengawasan lembaga keuangan memberikan adanya indikasi permasalahan pada Jiwasraya saat itu.

"Atas dasar fakta-fakta tersebut maka dapat dipastikan tidak ada niat apapun dari pak Moeldoko untuk mengintervensi apalagi melindungi siapapun dalam kasus Jiwasraya," pungkas Ferari Roemawi.

Diketahui, dalam kaitan kasus Jiwasraya itu Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang menjadi tersangka. Kelima orang itu adalah, Komisaris Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan pada PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan. [rok]

Komentar

x