Find and Follow Us

Selasa, 28 Januari 2020 | 09:28 WIB

PDIP Minta Harun Masiku Serahkan Diri ke KPK

Minggu, 12 Januari 2020 | 07:15 WIB
PDIP Minta Harun Masiku Serahkan Diri ke KPK
Ketua DPP PDIP bidang Kehormatan Komarudin Watubun - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Keberadaan Harun Masiku, tersangka kasus dugaan suap pengganti Antar-Waktu (PAW) caleg PDIP masih belum diketahui. Ketua DPP PDIP bidang Kehormatan Komarudin Watubun meminta Harun untuk menyerahkan diri.

"Ya harus mencari, kita cari sama-sama. Kita minta Pak Harun untuk menyerahkan diri," kata Komarudin di sela-sela Rakernas I PDIP, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1/2020).

Komarudin mengaku tak begitu mengenal dekat sosok Harun Masiku. Ia bahkan baru tau nama Harun Masiku ketika ramai diperbincangkan dalam kasus ini.

"Ah itu juga orang baru itu, saya sendiri baru dengar itu. Karena kemarin katanya baru masuk juga di calon partai kemarin. Makanya saya sendiri tidak banyak mengenal orang calon itu," ucapnya.

Sebelumnya, tersangka penyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Harun Masiku, masih diburu KPK. Harun diminta segera menyerahkan diri. Ali mengatakan pihaknya akan segera mengajukan surat ke Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM terkait pencekalan Harun ke luar negeri.

"Sampai hari ini KPK masih terus mencari tersangka HAR. KPK meminta yang bersangkutan segera menyerahkan diri dan mengimbau kepada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap kooperatif ketika keterangannya dibutuhkan penyidik dalam memproses hukum perkara ini," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Sabtu (11/1).

Harun Masiku serta Saeful ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Namun Harun tidak terjaring KPK dalam OTT KPK.

KPK menyebut Wahyu diduga menerima total duit suap Rp 600 juta untuk memuluskan permintaan Harun menjadi anggota DPR pengganti antarwaktu (PAW). Ada dua kali pemberian duit kepada Wahyu.

PAW ini dalam konteks mencari pengganti anggota DPR dari PDIP Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019. Saat itu, KPU melalui rapat pleno sudah menetapkan caleg PDIP yang memperoleh suara di bawah Nazarudin, yakni Riezky Aprilia, sebagai pengganti Nazarudin di DPR.

Namun ada keputusan Mahkamah Agung (MA) pada 19 Juli 2019 yang menyatakan partai adalah penentu suara dan PAW. Penetapan MA itu kemudian menjadi dasar PDIP bersurat ke KPU untuk menetapkan Harun Masiku sebagai pengganti Nazarudin di DPR. [gam]

Komentar

x