Find and Follow Us

Sabtu, 25 Januari 2020 | 19:47 WIB

Regulasi Kemendikbud Dominan Terkesan Mengancam

Sabtu, 14 Desember 2019 | 18:00 WIB
Regulasi Kemendikbud Dominan Terkesan Mengancam
Ketua PB PGRI Masa Bakti XXI, Didi Suprijadi - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Langkah Kementerian Pendidikan (Kemendikbud) membuat regulasi dianggap mengancam tenaga pendidik. Hal ini disampaikan, Ketua PB PGRI Masa Bakti XXI, Didi Suprijadi.

Contohnya guru wajib 24 jam tatap muka dengan murid. Bila tak dijalankan ancamannya Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tak cair.

Kini diganti menjadi kewajiban 40 jam kerja dalam seminggu. Ketentuan tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

"Mohon maaf saya sering mengatakan begini Kemendikbud itu banyak aturan yang sifatnya mengancam kalau tidak 24 jam TKD ga keluar," kata Didi saat diskusi bertajuk 'Merdeka Belajar Merdeka UN!' di Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Lalu soal aturan Kepala Sekolah harus mengantongi sertifikat pendidikan, jika tidak dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dikeluarkan.


"Banyak ancaman-ancama kalo kepala sekolah tidak punya sertifikat maka dana bos tidak akan dikeluarkan. Bayangkan dana BOS itu kan untuk anak-anak untuk masyarakat kenapa kepala sekolah yang salah dana BOSnya yang diancam," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana mengatakan pihaknya berjanji tidak akan ada lagi regulasi yang sifatnya mengancam.

"Nanti tidak ada lagi aturan kaya gitu," timbalnya. [wll]

Komentar

x