Find and Follow Us

Rabu, 22 Januari 2020 | 04:43 WIB

Ini Penyebab Angin Puting Beliung Landa Banyuwangi

Sabtu, 14 Desember 2019 | 08:04 WIB
Ini Penyebab Angin Puting Beliung Landa Banyuwangi
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Banyuwangi - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Banyuwangi menyebut puting beliung yang terjadi di wilayah Cluring merupakan dampak dari awan comulonimbus (Cb).

Dari analisa Citra Radar dan Satelit, saat kejadian terlihat tutupan awan Cb mulai pukul 08.00 UTC hingga pukul 09.00UTC."Akibatnya, terjadi hujan sedang lebat dan Angin Kencang disertai petir yang terjadi sekitar Jam 15.00 WIB di Kecamatan Cluring menyebabkan beberapa Rumah Rusak. Fenomena tersebut diakibatkan oleh pertumbuhan Awan awan Cumulonimbus yang cukup signifikan," terang Prakirawan BMKG Banyuwangi, Anjar Triono Hadi, Jumat (13/12/2019).

Menurut Anjar, kondisi ini juga dipengaruhi oleh fenomena peralihan musim. Hal itu yang mengakibatkan terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang, Thunderstorm, dan puting beliung biasa terjadi pada waktu-waktu tersebut.

"Dari analisa pola angin tanggal 12 Desember jam 00 UTC terlihat adanya konvergensi (pertemuan massa udara ) angin di wilayah Jawa Timur, hal ini menyebabkan adanya penumpukan massa udara di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya dengan massa udara yang berasal dari Samudera Indonesia. Sehingga terbentuknya awan penghujan di wilayah tersebut cukup tinggi dan bertumbuhnya awan awan konvektif," ungkapnya.

Selain itu, suhu muka laut terutama di wilayah perairan Samudra Indonesia tercatat sebesar 29-30C. Kondisi ini masih cukup hangat sehingga banyak suplai uap air ke atmosfer untuk terbentuknya awan konvektif atau awan penghujan di sekitar perairan Selat bali.

"Kelembaban udara di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya, pada jam 00 UTC pada lapisan 850 700 mb bernilai antara 80 90%, Dari Analisa RH yang terlihat cukup basah, hal ini menyebabkan massa uap air jenuh yang menjadi suplai pembentukan dan pertumbuhan awan konvektif," jelasnya.[BeritaJatim].

Komentar

x