Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 20:06 WIB

Bos Lippo James Riady Batal Diperiksa KPK

Oleh : Ivan Setyadhi | Jumat, 13 Desember 2019 | 01:33 WIB
Bos Lippo James Riady Batal Diperiksa KPK
CEO Lippo Group James Riady
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - CEO Lippo Group James Riady mengkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (12/12/2019).

Sedianya James Riady akan diperiksa untuk tersangka mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto, dalam kasus dugaan suap proyek Meikarta.

"Saksi James Tjahaja Riady, swasta yang diagendakan diperiksa untuk tersanka BTO (Bartholomeus Toto) hari ini tidak hadir," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Febri menyatakan KPK belum menerima pemberitahuan alasan ketidakhadiran orang nomor satu di Lippo Group tersebut."Jika tidak hadir tanpa alasan yang patut maka tentu sesuai hukum acara dapat dilakukan pemanggilan kembali atau permintaan bantuan pada petugas untuk menghadirkan," ujar Febri.

Saat ini, kata Febri, penyidik akan menyusun langkah berikutnya agar James Riady dapat hadir mematuhi perintah Undang-Undang.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto, dan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa sebagai tersangka.

Toto diduga menyuap mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin senilai Rp10,5 miliar. Uang diberikan kepada Neneng melalui orang kepercayaannya dalam beberapa tahap.

Sementara Iwa diduga telah menerima uang Rp900 juta dari Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili untuk menyelesaikan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Perda RDTR Kabupaten Bekasi itu diperlukan untuk kepentingan perizinan proyek Meikarta.

Uang yang diberikan Neneng Rahmi kepada Iwa diduga berasal dari PT Lippo Cikarang. PT Lippo Cikarang sendiri disinyalir merupakan sumber uang suap untuk sejumlah pihak dalam mengurus perizinan proyek Meikarta.[Ivs].

Komentar

x