Find and Follow Us

Senin, 20 Januari 2020 | 00:47 WIB

Ini Penyebab Satu Keluarga di Ponorogo Bunuh Diri

Kamis, 12 Desember 2019 | 21:11 WIB
Ini Penyebab Satu Keluarga di Ponorogo Bunuh Diri
(Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Ponorogo - Aksi nekat bunuh diri yang dilakukan Winarsih (38) warga Dusun Bendo Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah itu diduga karena depresi.

Keadaan tersebut dibenarkan oleh adik korban, Muryanti. Dia mengungkapkan kakaknya tersebut depresi karena ditelantarkan oleh suaminya.

"Depresi karena masalah rumah tangganya, ditinggal menikah lagi oleh suaminya," kata Muryanti sambil menangis.

Muryanti mengungkapkan bahwa suami kakaknya itu bernama Dani, laki-laki asal Ngawi tersebut bekerja sebagai arsitek di Jogjakarta. Suaminya, kata Muryanti selama ini Dani tidak menafkahi keluarga kakaknya tersebut. Praktis Muryanti lah yang mencukupi biaya hidup korban dan anak-anaknya.

"Kakak saya ini pendiam, seminggu lalu ketemu keadaanya baik-baik saja. Ini tadi dikabari kok sudah kejang-kejang gitu," katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh Jali, tetangga korban yang ikut mengantar ke RSU Muhammadiyah Ponorogo, Dia cerita bahwa korban orangnya tertutup. Tidak pernah cerita kepada tetangga kalau ada masalah. Tadi, kata Jali menceritakan waktu Dia ke rumah korban, Winarsih dan kedua anaknya sudah lemas, kejang-kejang dan keluar busa pada mulutnya. Langsung dicarikan mobil untuk dibawa segera dibawa ke rumah sakit.

"Winarsih dan Kirana meninggal saat diperjalanan. Sedangkan Zaki kritis waktu sampai rumah sakit," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Winarsih (38) dan anak perempuannya bernama Kirana Tasoda (7) diduga tewas bunuh diri dengan meminum racun serangga. Selain itu anak laki-laki korban yang bernama Zaki Isa Majida (10) saat ini dalam kondisi kritis. Sekeluarga ini merupakan warga Dusun Bendo Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

"Mereka tadi masuk IGD sekitar pukul 9.25. Kondisi ibu dan anak perempuannya sudah meninggal. Sedangkal anak laki-lakinya kritis," kata Humas RSU Muhammadiyah Ponorogo Fika Krisnawati. [beritajatim]

Komentar

x