Find and Follow Us

Senin, 27 Januari 2020 | 14:41 WIB

KAI Catat 351 Titik Rawan di Jalur Jawa & Sumatra

Rabu, 11 Desember 2019 | 19:42 WIB
KAI Catat 351 Titik Rawan di Jalur Jawa & Sumatra
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Menjelang masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan inspeksi ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Inspeksi tersebut dilakukan selama tiga hari yang dimulai pada 10 hingga 12 Desember 2019. Kegiatan inspeksi ini untuk memastikan lagi kesiapan KAI menjelang kepadatan penumpang pada momen Natal dan Tahun Baru yang sebentar lagi akan dimulai. Pengecekan dilakukan mulai dari kesiapan jalur, stasiun, pelayanan, hingga SDM.

"Saya meminta kepada seluruh pegawai KAI agar memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, khususnya selama momen Nataru ini," ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Stasiun Gubeng, Rabu (11/12/2019).

Dalam perjalanan tersebut juga dilakukan identifikasi titik-titik rawan yang harus dijaga ekstra. Mengingat Angkutan Nataru ini bertepatan dengan datangnya musim hujan dan frekuensi perjalanan kereta api semakin banyak.

Terdapat 351 titik rawan di seluruh Jawa dan Sumatra yang perlu mendapatkan perhatian ekstra yaitu. 99 titik rawan banjir, 157 titik rawan longsor, 85 titik amblesan, dan 10 titik pencurian.

Khusus untuk wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya, terdapat 17 titik rawan yang perlu mendapatkan perhatian ekstra yaitu 5 titik rawan banjir, tujuh titik rawan longsor, dan lima titik rawan amblesan. Dari 17 titik tersebut yang mendapatkan perhatian khusus adalah titik di wilayah Stasiun Porong.

Edi mengatakan, pihaknya akan menyiagakan 477 petugas pemeriksa jalur ekstra, 908 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, 355 petugas posko daerah rawan ekstra, serta 11.191 personel keamanan yang bekerja sama dengan TNI-Polri. Di samping itu, KAI juga menyediakan alat dan material yang ditempatkan tersebar di 192 titik. Hal tersebut bertujuan jika dalam keadaan darurat, perbaikan dapat segera dilakukan.

Khusus untuk wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya, telah disiagakan 32 petugas pemeriksa jalur ekstra, 89 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, 7 petugas posko daerah rawan ekstra, serta 136 personel keamanan tambahan dari TNI/Polri. Disamping itu, KAI Daop 8 Surabaya telah menempatkan alat dan material di empat titik lokasi yakni Stasiun Babat, Stasiun Mojokerto, Stasiun Bangil dan Stasiun Wlingi.

"Perjalanan inspeksi tersebut dibagi menjadi dua perjalanan, lintas utara dan selatan Pulau Jawa. Inspeksi lintas utara Jawa dimulai dari Stasiun Gambir menuju Cirebon, Semarang Tawang, Surabaya Gubeng, Jember, hingga Ketapang, Banyuwangi. Sedangkan untuk yang jalur selatan perjalanan dimulai dari Stasiun Bandung menuju Kroya, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Malang, hingga Surabaya Gubeng," papar Edy.

KAI menetapkan masa Angkutan Nataru 2019/2020 selama 18 hari mulai 19 Desember 2019 sampai dengan 5 Januari 2020. Pada periode itu, KAI memprediksi akan ada kenaikan volume penumpang kereta api menjadi 5,9 juta penumpang atau naik 4 persen dibanding tahun 2018 yaitu sebanyak 5,6 juta penumpang.

Sementara untuk wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya, diprediksi jumlah penumpang yang naik di wilayahnya pada masa Nataru ini mencapai 778.198 orang atau naik 4 persen dibandingkan tahun 2018 yaitu sebanyak 749.770 orang.

Guna mengakomodasi lonjakan penumpang tersebut, KAI akan menjalankan 374 KA Reguler dan 30 KA Nataru atau total 404 Perjalanan KA, naik 2 persen dibandingkan 2018 sebanyak 394 KA. Sedangkan untuk wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya akan mengoperasikan 73 KA Reguler dan 5 KA Nataru, atau 79 Perjalanan KA, naik 7 persen dibandingkan 2018 sebanyak 69 KA.

"Melalui persiapan yang matang, kita harapkan moda transportasi KA selama masa Angkutan Nataru ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali," tandasnya. [beritajatim]

Komentar

x