Find and Follow Us

Kamis, 30 Januari 2020 | 02:26 WIB

BEM Nusantara Apresiasi Komisi III Soal Pengaduan

Rabu, 11 Desember 2019 | 17:17 WIB
BEM Nusantara Apresiasi Komisi III Soal Pengaduan
Koordinator Pusat BEM Nusantara Hengki Primana - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Koordinator Pusat BEM Nusantara Hengki Primana mengakui pertemuan mahasiswa dengan Komisi III DPR Selasa (10/12/2019) kemarin adalah untuk membicarakan terkait HAM di Indonesia.

Ia mengapresiasi kepedulian anggota Komisi III Eva Yuliana, yang menyatakan siap menampung pengaduan aktivis mahasiswa yang mengaku diintimidasi pihak manapun.

Hengki juga bercerita kepada Eva bahwa kadang mahasiswa sering diintimidasi ketika bergerak. Ia bahkan mengaku rumahnya pernah dilempar molotov oleh orang tidak dikenal setelah unjuk rasa.

"Mbak Eva langsung memberikan nomor WA nya setelah pertemuan, beliau menyampaikan jika ada intimidasi lagi, silahkan hubungi beliau," tuturnya, Rabu (11/12).

Karenanya, ia juga menyesalkan pemberitaan yang seolah menekankan ada persoalan mahasiswa dengan Eva dalam pertemuan itu. Yang terjadi, adalah dirinya dan mahasiswa sebagai 'adik' ingin mendapat perhatian dari Eva selaku 'kakak' dengan meminta Eva untuk tidak terlalu memperhatikan ponselnya di pertemuan itu.

Menurutnya, tidak ada masalah antara dirinya dengan Eva baik secara pribadi ataupun lembaga. Setelah pertemuan, Hengki juga mengaku bersalaman dengan Eva Yuliana.

"Saya setelah pertemuan juga sudah komunikasi lewat WA. Selaku adik saya meminta maaf kalau kita tidak elegan ketika kami menyampaikan pendapat bahwa dia main HP. Sebenarnya tidak seperti itu kok. Selaku adik saya minta maaf kepada Mbak Eva," ujarnya, Rabu (11/12).

Eva Yuliana pun, kata Hengki, sudah memaafkan dan bahkan berharap hubungan baik ke depannya antara mahasiswa dan Komisi III DPR semakin baik. Sedangkan Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir juga menjelaskan bahwa Eva bukan sedang main HP melainkan mencari latar belakang kasus-kasus HAM di internet juga diakui oleh Hengki.

Sementara itu, Eva juga menganggap masalah tersebut sudah selesai. Hal itu karena memang hanya kesalahpahaman saja. Ia mengaku paham akan permintaan mahasiswa sebagai adik-adiknya.

Eva, yang juga mantan aktivis mahasiswa ini menegaskan dirinya bersama Komisi III bakal terus mendukung mahasiswa dalam membela kepentingan rakyat. Bahkan, jika ada intimidasi, mahasiswa bisa meminta bantuan kepada DPR.

"Kita terus dukung perjuangan mahasiswa yang membela kepentingan rakyat," katanya.

Dia juga berharap komunikasi antara mahasiswa dengan anggota dewan terus terjalin dengan baik. Menurutnya, kalau komunikasi lancar, segala sesuatu bakal berakhir dengan baik.

"Dengan komunikasi yang baik Insya Allah segala sesuatu nya akan jadi baik," kata Eva. [ton]

Komentar

x