Find and Follow Us

Sabtu, 25 Januari 2020 | 19:49 WIB

Polisi Tahan Lamborghini Terbakar di Surabaya

Rabu, 11 Desember 2019 | 10:05 WIB
Polisi Tahan Lamborghini Terbakar di Surabaya
(beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Kepolisian Daerah Jawa Timur masih menyelidiki peristiwa terbakarnya mobil Lamborghini pada hari Minggu (08/12/2019). Selain memeriksa pemiliki kendaraan, polisi juga tengah mendalami kelengkapan dan kesesuaian surat dari mobil Lamborghini tersebut.

Hanya saja, meski mobil harga miliaran milik Lanny Khusuma Wardhani ini sudah singgah di Mapolrestabes Surabaya.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya Kompol Teddy menjelaskan kasus penyelidikan legalitas kepemilikan mobil mewah ini ditangani Satreskrim. Hal tersebut dikarenakan pemilik tak bisa menunjukkan surat STNK dan BPKB hingga ahirnya kena tilang.

"Awalnya ditangani Satlantas karena kena tindakan tilang. Sang pemilik tak bisa menunjukkan STNK dan mobil pun disita. Usai disita, Satlantas bekerjasama dengan Satreskrim untuk menindaklanjuti kasus kepemilikan mobil mewah ini," jelasnya, Rabu (11/12/2019).

Seperti historis penyitaan kendaraan yang dilakukan kepolisian selama ini, para pemilik kendaraan yang tak bisa menunjukkan surat kendaraan akan disita.

Lalu, mengapa pihak kepolisian akhirnya harus melakukan penyitaan terhadap kendaraan si pelanggar? Penjelasannya ada di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2012, Tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan di Pasal 32 ayat 6.

Sebelumnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan pihaknya terus menyelidiki kasus terbakarnya mobil mewah yang sempat terbakar ini.

Bahkan, setelah Polda Jatim melakukan penyelidikan terhadap legalitas dari Lamborghini itu, legalitas mobil ada hal yang dipertanyakan pihak lalu lintas.

"Terutama tentang legal standing dari mobil Lamborghini tersebut," jelas Kombes. Pol. Frans Barung Mangera.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Jawa Timur ini juga menyampaikan, polisi akan melihat apakah sang pemiliki sudah melakukan balik nama atas kepemilikan mobil tersebut.

Sebab untuk kepemilikan mobil mewah yang Full Build Up (FBU) legal standing berupa STNK, BPKB, sangat rumit. Sebab harus melalui proses kepengurusan form A dari Bea dan Cukai. Selanjutnya pengurusan data laik jalan ke Kementerian Perhubungan dan baru bisa mengurus STNK serta BPKB ke Samsat.

Selain itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan peristiwa ini memang tak memakan korban jiwa, namun pihak kepolisian ikut turun tangan karena ada sesuatu yang perlu diselidiki. [beritajatim]

Komentar

x