Find and Follow Us

Sabtu, 25 Januari 2020 | 19:47 WIB

Saut Tak Tertarik Bahas Hukuman Mati Bagi Koruptor

Oleh : Ivan Setyadhi | Selasa, 10 Desember 2019 | 23:13 WIB
Saut Tak Tertarik Bahas Hukuman Mati Bagi Koruptor
Wakil Ketua KPK Saut Situmoran - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengaku tak tertarik dengan bahasan hukum mati untuk koruptor.

Menurutnya, hukuman mati dalam tindak pidana korupsi bukanlah barang baru dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Ya sebenarnya itu kan, apa namanya ya cerita lama ya yang selalu ada di pasal 2. tapi di pasal 2 itu kan dengan keadaan tertentu, yaitu kerugian negara, perekonomian negara yang sedang chaos, dan kemudian pengulangan gitu," kata Saut kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).

"Jadi kalau mau Sebenarnya saya enggak enggak terlalu tertarik bahas itu," sambungnya.

Saut lebih ingin undang-undang soal korupsi bisa menyeret tiap pelaku korup, tak peduli besar atau kecil.

"Saya malah lebih tertarik gimana caranya kalau ada Supir truk nyogok supir forklift di pelabuhan juga diambil gitu loh. loh itu kan bukan kewenagan KPK? ya Iya makanya undang-undang KPK nya diganti dengan yang lebih baik, terus kemudian undang-undang Tipikor nya diganti," ungkapnya.

Selama ini, KPK ditugaskan untuk mengungkap kasus korupsi dengan skala besar. Padahal kata Saut, perilaku korupsi dimulai dari sesuatu yang kecil.

"Sebenarnya yang mana yang bener itu korupsi tidak besar kecil tidak soal bunuh membunuh atau hukuman mati hukuman mati nggak. Tetapi Bagaimana kita bisa membawa setiap orang yang bertanggung jawab besar atau kecil ke depan pengadilan. Bertanggung jawab ya, Itu mamanya Rp50.000 kan kita bikin sebel bikin KTP nggak jadi-jadi, bikin sebel kan," bebernya.

Saut meminta publik tak terlalu fokus pada isu hukuman mati untuk koruptor. Tapi bagaimana membuat Indonesia lebih sustain berubah secara substantif.

"Jadi anda jangan terlalu masuk di retorika itu. betul yang besar kita kerjain, ya kan yang kecil juga kita kerjain," tandasnya. [adc]

Komentar

x