Find and Follow Us

Rabu, 22 Januari 2020 | 04:45 WIB

Hari Anti Korupsi, Ini Pesan Ketua KPK Terpilih

Oleh : Fadhly Zikry | Senin, 9 Desember 2019 | 13:23 WIB
Hari Anti Korupsi, Ini Pesan Ketua KPK Terpilih
Ketua KPK Terpilih 2019-2023 Firli Bahuri - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua KPK Terpilih 2019-2023 Firli Bahuri mengatakan, Hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada hari ini 9 Desember, adalah hari keprihatinan bagi semua.

Dengan peringatan hari anti korupsi dunia lanjutnya, bangsa Indonesia dan dunia dingatkan bahwa ada hal serius yang harus jadikan perhatian, untuk bersama sama dibetantas.

Disamping itu kata Firli, hari anti korupsi dunia juga memberi makna peringatan, alarm warning, bahwa Indonesia masih memiliki masalah korups. Pasalnya tidak semua negara melaksanakan peringatan hari anti korupsi terutama negara-negara yang memang tidak lagi menempatkan korupsi sebagai masalah serius, karena emang tidak ada lagi korupsi (zero corruption)

"Saya berharap suatu saat, kita tidak lagi melaksanakan peringatan hari korupsi sedunia karena negara sudah bersih dari korupsi dan kita sudah bebas dari korupsi," kata Firli, Senin (9/12/2019).

Firli pun mengajak semua pihak mengambil peran untuk melakukan pemberantasan korupsi sesuai dengan tataran hak, kewajiban, kewenangan. Menurutnya semua anak bangsa harus berperan aktif membebaskan bangsa dari masalah korupsi.

"Banyak hal yabg bisa seluruh anak bangsa lakukan untuk melakukan pemberantasan korupsi sebagaimana diamanatkan UU no 19 tahun 2019 atas perubahan UU nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi," ujarnya.

KPK tegasnya, merupakan garda terdepan, tumpuan harapan masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi. KPK harus melakukan tugas pokoknya sebagaimana diamanatkan dalam pasal 6 uu no 19 tahun 2019. Seperti melakukan pencegahan tindak pidana korupsi, melakukan monitoring atas pelaksanaan program pemerintah dan pelayanan publik, melakukan koordinasi dengan seluruh instansi yang berwenang melakukan pemberantasan, melakukan supervisi, melalukan penyelidikan penyidikan dan penuntutan, melaksanakan keputusan pengadilan dan hakim yg telah memperoleh kekuatan hukum yg tetap.

"Tugas-tugas tersebut tidak akan efektif tanpa bekerja sama, bersinergi dengan seluruh instansi, elemen bangsa, pimpinan lembaga baik pemerintah swasta kalangan dunia usaha, para tokoh2 (agama, adat, pemuda, masyarakat, pendidikan, budayawan). Semua harus bersatu melakukan upaya pencegahan untuk tidak ada lagi korupsi," tuturnya.

Dengan demikian seluruh program pembangunan nasional dapat terlaksana dan pada akhirnya cita-cita nasional Indonesia yang cerdas, Indonesia yang sejahtera dapat kita wujudkan, negara Indonesia yang adil makmur sejahtera di seluruh Nusantara.

"Saya pesan bahwa semua ini bisa kita capai dengan syarat situasi politik keamanan dalam keadaan aman, nyaman dan kondusif, tidak ada gonjang ganjjng dan kegaduhan politik karena negara kita negara yang besar. Jika diibaratkan kita menumpang kapal besar (NKRI), maka seluruh penumpang tidak boleh gaduh, sehingga kita siap dan selamat menghadapi ombak, badai dan gelombang dan kita semua selamat sampai tujuan," ungkapnya.

Firli menuturkan, situasi yang aman nyaman dan kondusif akan memberi jaminan iklim usaha, lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi terus meningkat dalam rangka menyongsong 100 tahun Indonesia masuk dalam 5 kekuatan ekonomi dunia, [ton]

Komentar

x