Find and Follow Us

Senin, 27 Januari 2020 | 14:47 WIB

Soal Dirut Garuda, Komisi VI Apresiasi Erick Tohir

Sabtu, 7 Desember 2019 | 14:05 WIB
Soal Dirut Garuda, Komisi VI Apresiasi Erick Tohir
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat Herman Khaeron - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat Herman Khaeron mengapresiasi Menteri BUMN Erick Tohir dalam mengungkap perilaku nepotisme di perusahaan BUMN, seperti yang dilakukan oleh mantan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara.

"Tindakan law enforcement yang dilakukan Erick Tohir juga menurut saya sudah keputusan yang tepat disela-sela opini terkait dengan masuknya barang tanpa dokumen yang sah," kata Herman kepada wartawan, Sabtu (7/12/2019).

Ari sendiri sudah resmi diberhentikan oleh Erick Tohir sebagai Dirut Garuda. Selain itu, Erick menilai, tindakan Ari juga sudah masuk ranah pidana.

"Saya kira ini semua hal yang patut kita apresiasi dan tentu supaya tidak terjadi lagi ke depan dan ke sektor sektor di bidang lainnya," ujar Herman.

Ia menambahkan, kejadian ini juga harus menjadi evluasi menyeluruh untuk ke-Pabebanan.

"Karena otoritas dalam kawasan ke-Pabeanan atas kewenangan berbagai institusi juga ada di mana mana, bukan hanya di Garuda, Angkasapura memiliki kewenangan dan otoritas dalam kawasan ke-Pabeanan, pak Pelindo juga memiliki otoritas, kawasan berikat nasional itu juga memiliki otoritas. Dalam wilayah inilah yang kemudian harus dievaluasi jangan sampai bahwa selama ini kontribusi keluar dan masuk barang yang sesungguhnya menambah fiskal bagi negara ternyata bisa lo sebegitu bisa hilang karena memang penyalahgunaan," tandasnya.

Seperti diketahui, Ari diduga telah menyelundupkan sepeda motor Harley Davidson tipe Shovelhead tahun 70-an ke Indonesia melalui pesawat pengangkut kargo GA 9721 A300-900 Neo yang terbang perdana dari Prancis menuju Jakarta. Ari juga diduga menginstruksikan bawahannya untuk membantu proses pengangkutan Harley selundupan itu ke dalam negeri. Diantaranya Finance Manager Garuda Indonesia di Amsterdam, serta petinggi Garuda berinisial IJ. [fad]

Komentar

x