Find and Follow Us

Kamis, 12 Desember 2019 | 14:04 WIB

Golkar Proses Hukum Soal Tudingan Ada Intervensi

Selasa, 3 Desember 2019 | 20:51 WIB
Golkar Proses Hukum Soal Tudingan Ada Intervensi
Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) DPP Partai Golkar Robi Anugrah Marpaung
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) DPP Partai Golkar Robi Anugrah Marpaung, melaporkan Ketua Bidang Organisasi Partai Golkar Taufik Hidayat ke Polda Metro Jaya, Selasa (3/12/2019).

Laporan itu terkait pernyataan Taufik yang juga mantan PLT Ketua DPD Provinsi Jambi itu menyebut adanya intervensi dan tekanan kepada internal Partai Golkar oleh Mensesneg Pratikno. Hal ini dinilai telah mencemarkan Partai Golkar.

"Perkataan ini sangat tidak baik mencemarkan nama baik Partai Golkar atas pemberitaan bohong tersebut," kata Robi.

Menurut Robi, tudingan tersebut salah besar karena mengaitkan pemerintah dengan pencalonan Ketua Umum Partai Golkar. Sebab Munas Partai Golkar punya mekanisme dan aturan tersendiri tidak bergantung pada pihak manapun.

"Jangan ditarik-tarik untuk dijadikan alasan suksesi calon ketua umum. Saudara Taufik Hidayat mencemarkan nama baik Partai Golkar serta merusak nama baik Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto," urainya.

Dengan adanya tindakan hukum diharapkan memberi efek jera dan Taufik segera meminta maaf kepada Partai Golkar serta Mensesneg Pratikno.

"Sekaligus peringatan bagi seluruh kader Golkar agar lebih hati-hati menyampaikan pandangan di sosial media dan lebih mengedepankan ide gagasan membangun Partai Golkar. Menghindari pernyataan hinaan dan berita bohong," paparnya.

Robi menambahkan, laporan tersebut juga berlaku untuk M Syamsul Rizal yang melakukan hal serupa dengan menyebut ada tiga Menteri Jokowi tekan DPD Golkar untuk memilih Airlangga.

"Semoga proses hukum terhadap keduanya, kedepan seluruh kader golkar berpikir maju untuk kemenangan partai golkar pada pemilu 2024 jauh dari perkataan bohong dan fitnah," tandasnya.

Adapun laporan terhadap keduanya tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: TBL/7841/XII/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus karena dugaan pencemaran nama baik. [tar]

Komentar

Embed Widget
x