Find and Follow Us

Kamis, 12 Desember 2019 | 14:03 WIB

KPK Periksa Kepala Divisi II Waskita Karya

Oleh : Ivan Sethyadi | Selasa, 3 Desember 2019 | 12:30 WIB
KPK Periksa Kepala Divisi II Waskita Karya
Juru bicara KPK, Febri Diansyah - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Fathor Rachman, Selasa (3/12/2019).

Fathor bakal diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif dalam proyek-proyek yang digarap PT Waskita Karya.

Keterangan Fathor yang menyandang status tersangka kasus ini dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka lainnya yakni Yuly Ariandi Siregar.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka YD (Yuly Ariandi Siregar, mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya)" kata juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Dalam kasus ini, Fathor Rachman dan Yuly Ariandi Siregar diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini. Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut.

Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Atas tindak pidana ini, keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp 186 miliar. Perhitungan tersebut merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor pekerjaan fiktif tersebut. [rok]

Komentar

x