Find and Follow Us

Rabu, 11 Desember 2019 | 17:21 WIB

KPK Ajak Wajib Pajak Dukung Pembangunan Banyuwangi

Selasa, 3 Desember 2019 | 03:23 WIB
KPK Ajak Wajib Pajak Dukung Pembangunan Banyuwangi
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Banyuwangi - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan memberikan sosialisasi pencegahan korupsi lewat optimalisasi pendapatan daerah di Banyuwangi.

Sedikitnya, terdapat 500 pengusaha atau wajib pajak yang terdiri dari pengusaha restoran, pengusaha hotel, pengusaha parkir dan pengusaha hiburan, yang hadir dalam sosialisasi tersebut.

"Jadi optimalisasi pajak daerah juga merupakan salah satu kerja pencegahan korupsi dari KPK. Caranya mendorong dan memberi semangat kepada wajib pajak untuk membayar pajaknya. Kalau sudah diingatkan tidak dibayar juga, langkah berikutnya adalah penindakan hukum. Karena tidak bayar pajak juga merupakan tindakan korupsi atau melanggar hukum," terang Basaria, Senin (2/12/2019)

Basaria mengajak wajib pajak ikut mendukung pembangunan Banyuwangi dengan menunaikan kewajiban membayar pajak. Karena menurut Basaria sudah sewajarnya pemkab mendapatkan dukungan dari warganya karena terbukti telah membawa kemajuan bagi daerah.

"Banyuwangi jujur saja sekarang telah banyak berubah. Jika dulu orang tidak pernah terpikir untuk datang ke Banyuwangi, sekarang justru orang sengaja datang untuk melihat apa yang ada di daerah ini. Tentu saja karena sekarang Banyuwangi sudah jadi tujuan wisata. Perubahan yang luar biasa. Sudah seharusnya wajib pajak membayar sesuai ketentuan karena sudah banyak mendapat manfaat," ungkapnya.

Basaria memberi contoh salah satu pelanggaran hukum terkait pajak yang bisa masuk ke ranah penegakan hukum.

"Contoh kalo saya bermalam di hotel, sayakan bayar 10 persen pajaknya. Nah duitnya kan saya titipkan di hotel, dan hotel wajib menyerahkan uang saya ke pemerintah. Kalau tidak berarti korupsi. Ini bisa masuk ranah penegak hukum yang menangani bisa polisi atau kejaksaan," ujarnya. [beritajatim]

Komentar

x