Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 20:21 WIB

KPK Cegah Saksi Kunci Kasus Suap Walkot Medan

Oleh : Ivan Setyadhi | Jumat, 29 November 2019 | 15:38 WIB
KPK Cegah Saksi Kunci Kasus Suap Walkot Medan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah seorang saksi bernama Farius Fendra alias Makte bepergian ke luar negeri.

Pencegahan terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan tahun 2019 yang menjerat Wali Kota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin.

"KPK telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi tentang larangan bepergian ke luar negeri selama 6 bulan ke depan terhitung sejak 28 November 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (29/11/2019).

Sebelumnya, pada Selasa (19/11/2019) Makte sempat mangkir dari pemeriksaan KPK di Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara. Makte mangkir tampa keterangan.

Tim penyidik bahkan telah menggeledah rumah Makte pada Rabu (30/10/2019).

KPK menetapkan Wali Kota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahannya tahun 2019.

Selain Dzulmi, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, Kadis PUPR Kota Medan, Isa Ansyari dan Kabag Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Dzulmi Eldin dan Syamsul Fitri Siregar diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Uang tersebut disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai Kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin.

KPK menduga Isa memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019, kemudian pada 18 September 2019 senilai Rp50 juta kepada Dzulmi.

Tak hanya itu, Dzulmi juga diduga menerima suap dari Kadis PUPR senilai Rp 200 juta. Uang suap itu dipakai untuk memperpanjang masa perjalanan dinas Dzulmi bersama keluarganya di Jepang. [adc]

Komentar

x