Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 20:22 WIB

Eks Direkrut Keuangan AP II Segera Disidang

Oleh : Ivan Sethyadi | Jumat, 29 November 2019 | 09:16 WIB
Eks Direkrut Keuangan AP II Segera Disidang
Mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y. Agussalam
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y. Agussalam segera menjalani sidang. Andra menjadi tersangka di KPK dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo.

"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka AYA (Andra Y. Agussalam) TPK terkait dengan pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) pada PT. Angkasa Pura Propertindo yang dilaksanakan oleh PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tahun 2019," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kamis (28/11/2019) malam.

Dengan pelimpahan ini, Jaksa Penuntut KPK memiliki waktu maksimal 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan terhadap Andra terkait perkara suap antar-BUMN tersebut."Rencana Sidang akan dilakukan di PN Jakarta Pusat," kata Febri.

Dalam menuntaskan penyidikan kasus ini, tim penyidik KPK telah memeriksa sekitar 81 saksi. Puluhan saksi itu terdiri dari unsur Direktur Utama dan Pejabat PT. Angkasa Pura II (Persero), Direktur dan pejabat PT. Angkasa Pura Propertindo (APP), Direktur PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) serta pihak swasta.

"Sejauh ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 81 orang saksi dengan berbagai unsur," kata Febri.

Dalam kasus ini, Andra diduga menerima suap sebesar USD 71 ribu dan SGD 96.700 dari Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI), Darman Mappangara dan orang kepercayaannya Taswin Nur. Suap ini bertujuan agar Andra mengupayakan PT INTI menggarap proyek Semi Baggage Handling Sistem (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo, anak usaha PT AP II.

Tak hanya proyek BHS, pada 2019, PT INTI mengerjakan sejumlah proyek di PT Angkasa Pura II (Persero) lainnya, seperti proyek Visual Docking Guidance System (VGDS) dengan nilai proyek Rp 106,48 miliar, proyek Bird Strike senilai Rp 22,85 miliar serta proyek pengembangan bandara senilai Rp86,44 miliar.

PT INTI juga memiliki daftar prospek proyek tambahan di PT Angkasa Pura II dan PT Angkasa Pura Propertindo, yakni proyek X-Ray 6 bandara senilai Rp100 miliar Baggage Handling System di enam bandara senilai Rp125 miliar dan proyek VDGS senilai Rp75 Milyar serta proyek radar burung senilai Rp60 miliar. PT INTI (Persero) diduga mendapatkan sejumlah proyek tersebut berkat bantuan Andra. [rok]

Komentar

x