Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 20:22 WIB

KPK Buru Aset Eks Bupati Cirebon Dari GM Hyundai

Kamis, 28 November 2019 | 10:46 WIB
KPK Buru Aset Eks Bupati Cirebon Dari GM Hyundai
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan terkait perizinan PT Cirebon Energi Prasarana yang menggarap PLTU 2 Cirebon yang menjerat GM Hyundai Engineering & Construction (HDEC) Herry Jung.

Yang terbaru, penyidik sedang mengusut aset-aset milik mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra yang diduga berasal dari penerimaan suap yang diberikan Herry Jung.

"Penyidik mendalami keterangan para saksi terkait aset yang dimiliki SUN (Sunjaya Purwadisastra) yang diduga dari hasil tindak pidana korupsi, termasuk terkait pemberian dari tersangka HEJ (Herry Jung)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat.

Febri membeberkan, 11 saksi yang diperiksa pada hari ini yakni Camat Beber, Rita Susana dan suaminya yang juga Camat Astanapura Mahmud Iing Tajudin; Kepala Dinas Pertanian Ali Effendi; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Muhadi dan Sekretaris DPMPTSP Dede Sudiono. Selain itu, tim penyidik juga memeriksa Kepala Bidang Tata Ruang, Uus; pihak swasta bernama Sukirno; ajudan Bupati Cirebon bernama Rizal Prihandoko; serta mantan pegawai Bank Mandiri Cirebon Siliwangi, Dewi Nurul. Para saksi, kata Febri diperiksa di Aula Bhayangkari Polres Cirebon.

Sebelumnya tim penyidik telah menggeledah sejumlah lokasi terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang menjerat mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra dan kasus dugaan suap terkait perizinan

PT Cirebon Energi Prasarana yang menggarap PLTU 2 Cirebon yang menjerat Herry Jung beberapa waktu lalu. Tiga dari lima lokasi yang digeledah merupakan kantor PT Hyundai di Jakarta, yakni di Gedung BRI 2, Sudirman; Wisma GKBI, Sudirman; dan Menara Jamsostek di Jl. Gatot Subroto. Sementara lokasi lainnya yang digeledah adalah Kantor PT. Cirebon Energi Prasarana di Pondok Indah. Lokasi lainnya yang turut digeledah merupakan rumah tersangka Herry Jung di Permata Hijau, Jakarta.

Dari penggeledahan tersebut tim penyidik menyita sejumlah dokumen penting menyangkut kasus ini. Dokumen-dokumen tersebut terkait dengan perizinan dan proyek PLTU 2 Cirebon.

"Dari penggeledahan tersebut disita sejumlah dokumen perizinan dan proyek terkait perkara gratifikasi Bupati Cirebon dan pemberian suap oleh tersangka HEJ," kata Febri.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sunjaya diduga mencuci uang dari suap dan gratifikasi yang diterimanya selama menjabat sebagai Bupati Cirebon senilai sekitar Rp 51 miliar.

Pencucian uang itu dilakukan dengan menyimpan di rekening atas nama orang lain serta membeli aset berupa tanah dan tujuh mobil. Salah satu suap yang diterima Sunjaya berasal dari kontraktor asal Korea, Hyundai Engineeering & Construction (HDEC) sebesar Rp 6,04 miliar. Suap ini terkait dengan proyek pembangunan PLTU Cirebon-2 dimana HDEC merupakan satu dari tiga kontraktor utama dalam pembangunan proyek PLTU yang dimulai pada tahun 2016 tersebut.

Dalam pengembangan kasus ini, KPK menetapkan General Manager Hyundai Enginering Construction (HDEC), Herry Jung sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan proyek PLTU 2 Cirebon.

Herry Jung diduga memberikan suap kepada Sunjaya sebesar Rp 6,04 miliar. Suap ini terkait dengan perizinan PT. Cirebon Energi Prasarana yang menggarap PLTU 2 di Kabupaten Cirebon dari janji awal Rp10 miliar. [rok]

Komentar

x