Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 07:59 WIB

Cak Imin Dipanggil KPK Dinilai Jadi Bom Waktu PKB

Oleh : Willi Nafie | Kamis, 21 November 2019 | 20:19 WIB
Cak Imin Dipanggil KPK Dinilai Jadi Bom Waktu PKB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, meski dijadikan alarm bagi kepemimpinan Cak Imin di PKB.

Adapun Cak Imin diperiksa dalam kasus suap terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2016.

"Dipanggilnya ketua umum akan bisa menggoyahkan kepemimpinan Cak Imin, ini bak bom waktu bagi partai PKB sendiri," kata Pengamat Politik Political and Public Policy Studies Jerry Massie, Kamis (21/11/2019).

Menurut Jerry, kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Cak Imim bisa goyang. Hal ini ditambah dengan sejumlah persoalan korupsi yang ikut mengaitkan kader-kader PKB selama ini.

Seperti Musa Zainuddin, Anggota DPR PKB, terpidana Kasus PUPR. Imam Nahrawi, mantan Menpora dan tersangka kasus dana Olah Raga, Miftahul Ulum terpidana Kasus dana Olah Raga.

"Lalu Chusnunia (Wagub Lampung, dipanggil kasus Lampung), Faizol Reza (Ketua Komisi 6, dipanggil kasus Imam Nahrawi), Zainul Munasichin (dipanggil kasus Imam Nahrawi), Bahruddin Nashori (anggota DPR, dipanggil kasus PUPR), Muhammad Toha (anggota DPR, dipanggil kasus PUPR), Fathan Subchi (anggota DPR, dipanggil kasus PUPR), Jazilul Fawaid (wakil ketua MPR, dipanggil kasus PUPR), Okta dan Midi (pengurus DPW lampung) belum lagi kasus2 sebelumnya seperti kasus kardus durian yang masih hidup," tuturnya.

Rentetan peristiwa kasus korupsi yang ikut menyeret kader PKB lanjut Jerry, bila tak dilakukan pembenahan secepatnya, tak hanya menggoyahkan kepemimpinan Cak Imin. Namun, bisa juga ditinggalkan oleh pemilihnya.

"Contoh PPP dengan ditangkapnya Ketua Umum Rommy Romarhumuzy membuat partai ini meradang jumlah suara mereka pun di DPR menyusut yakni hanya 19 kursi atau 4,52 persen. Sebelumnya Perolehan suara PPP pada Pileg 2014 mengantongi 8.157.488 atau 6,53 persen suara," tandasnya. [ton]

Komentar

x