Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 16:12 WIB

Pasutri di Kediri Menolak Dipaksa Pindah

Selasa, 19 November 2019 | 21:11 WIB
Pasutri di Kediri Menolak Dipaksa Pindah
(Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Kediri - Kericuhan mewarnai eksekusi pengosongan sebuah rumah di Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (19/11/2019).

Dalam eksekusi ini, penghuni dievakuasi paksa oleh pihak keamanan, karena berusaha menolak.

Kericuhan terjadi saat pasangan suami-istri, Joko dan Yuliana menolak keluar dari rumah. Mereka menutup pintu dari dalam, ketika petugas dari juru sita Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri dan aparat kepolisian datang.

Dengan terpaksa, petugas mendobrak pintu secara paksa. Setelah pintu terbuka, Joko dan Yuliana tetap bersikukuh di dalam rumah. Sempat terjadi negosiasi antara juru sita dan penghuni. Tetapi, penghuni rumah sebagai termohon ekskusi tak bergeming.

Dianggap menghalang-halangi jalannya eksekusi pengosongan, aparat keamanan kemudian mengevakuasi paksa. Petugas mengeluarkan pasangan suami istri tersebut bersama orang tuanya secara paksa.

Joko mengaku, awalnya memiliki hutang di sebuah bank senilai Rp59 juta. Namun setelah satu tahun, dirinya tak mampu untuk membayar hutang tersebut. Sehingga rumah dan tanah miliknya terpaksa dilelang oleh pihak bank.

"Kami sudah membayar uang muka untuk proses lelang tanahnya. Kami juga sudah menawar untuk mendapatkan rumah kami kembali. Namun beberapa bulan berselang, sertifikat tanah sudah berganti nama kepemilikan," ujar Joko.

Sementara itu, eksekusi dilakukan setelah pemenang lelang Sujanarko meminta ke PN Kabupaten Kediri, setelah ia tak mampu menempati tanah dan bangunan dengan luas 291 meter persegi. Eksekusi pengosongan dilakukan usai semua tahapan dilalui.

"Eksekusi pengosongan ini merupakan perintah undang-undang, dan kami melaksanakannya. Apabila ada pihak yang keberatan, bisa menempuh jalur hukum, dengan gugatan ke pengadilan," jelas Syuhadak, Ketua Panitera PN Kabupaten Kediri.

Eksekusi pengosongan ini dilaksanakan petugas dengan pengawalan ketat kepolisian. Eksekusi dilakukan hingga seluruh barang dikeluarkan dari rumah termohon. [beritajatim]

Komentar

x