Find and Follow Us

Kamis, 12 Desember 2019 | 06:28 WIB

51 Perguruan Tinggi Ikuti Program NMCC Peradi

Minggu, 17 November 2019 | 10:08 WIB
51 Perguruan Tinggi Ikuti Program NMCC Peradi
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 51 perguruan tinggi dari berbagai wilayah mendaftar dalam National Moot Court Competition atau kompetisi nasional peradilan semu yang diselenggarakan Perhimpunan Advokat Indoenesia (Peradi).

Wakil Ketua Panitia NMCC Peradi Rivai Kusumanegara saat berkunjung ke kantor Menkopolhukam, menjelaskan selama ini kompetisi sejenis diikuti 10 hingga 16 kampus, bahkan beberapa diantaranya dibawah 10 kampus. Sehingga dapat dikatakan animo terhadap NMCC Peradi cukup tinggi.

"Sejak awal kami sudah memperkirakannya, sehingga dibuat babak eliminasi. Animo NMCC ini cukup spektakuler dan jadi penyemangat kami", kata Rivai dalam keterangannya, Minggu (17/11/2019).

Kompetisi ini pertama kali diadakan di Indonesia dengan topik hukum, tata usaha negara dan sistem pemberkasan e-litigation. Dimana penyerahan berkas dilakukan dengan cara upload pada website yang disediakan Peradi, sehingga efisien dan dapat diakses dari wilayah manapun.

Dalam seleksi administrasi yang berlangsung hingga hari ini, 17 Oktober 2019, terdapat 35 universitas dan sekolah tinggi yang mengupload berkas gugatan beserta surat keterangan dekan. Selanjutnya 35 surat gugatan diserahkan pada Dewan Juri Babak Eliminasi yang terdiri dari unsur Hakim, Dosen dan Advokat.

Setelah melalui serangkaian penilaian, 12 delegasi dengan nilai terbaik dinyatakan lolos Babak Eliminasi yakni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, Universitas Airlangga, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Sebelas Maret, Universitas Hassanudin, Universitas Bandar Lampung, Universitas Katolik Darma Cendika, Universitas Sumatera Utara, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan terakhir Universitas Negeri Semarang.

Rivai menjelaskan keduabelas delegasi akan mengikuti Workshop dengan Trainer dari unsur Hakim, Dosen dan Advokat di 4 kota berbeda. Tujuannya agar seluruh delegasi memahami praktek peradilan tata usaha negara dan mampu menyajikan simulasi yang baik dalam Babak Penyisihan maupun Babak Final yang akan digelar bulan Februari 2020.

"Awalnya workshop akan diadakan akhir November ini. Namun karena berbenturan dengan Rakernas Peradi, maka dimulai awal Desember 2019" jelas Rivai.

Selain Piala Bergilir, Peradi menyediakan Piala Juara 1 hingga Piala Juara 3 termasuk Dana Pembinaan dan Bea Siswa Pendidikan Advokat dengan total sebesar 95 juta rupiah.

Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia Fauzie Yusuf Hasibuan menjelaskan, kegiatan NMCC Peradi ini bertujuan untuk membangun pendidikan hukum serta mempersiapkan generasi penerus untuk menjadi penegak hukum yang profesional, cerdas dan berintegritas. [fad]

Komentar

x