Find and Follow Us

Senin, 16 Desember 2019 | 08:03 WIB

Airlangga Dianggap Enggan Sentuh 514 DPD II

Jumat, 15 November 2019 | 21:46 WIB
Airlangga Dianggap Enggan Sentuh 514 DPD II
Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Airlangga Hartarto dinilai memaksakan pemilihan ketum di Munas Golkar nanti dilakukan secara aklamasi.

"Aklamasi terlihat sebagai shortcut atau jalan pintas Airlangga yang tidak mau menjangkau DPD II, namun ingin menjadi ketua umum lagi dengan hanya menguasai mayoritas DPD I," ujar Direktur Job Politicoon Indonesia Asep Gunawan, Jumat (15/11/2019).

Dia mengingatkan pemilik suara yang paling signifikan dalam Munas Golkar sesungguhnya adalah DPD II tingkat Kabupetan/Kota yang berjumlah 514. Sementara DPD I tingkat Provinsi cuma berjumlah 34.

Jika Airlangga enggan mendengarkan aspirasi 514 DPD II dan memaksakan aklamasi, hal ini justru bisa membawa masalah yang bisa berujung terbelahnya kembali Partai Golkar.

Sebaliknya, DPD Golkar, baik di tingkat I maupun II hendaknya tidak gampangan untuk dilobi untuk memaksakan aklamasi, sementara kondisi sebenarnya aspirasi kader-kader di daerah sangat beragam.

"Aklamasi tidaklah salah, jika tidak dipaksakan. Namun, kalau dipaksakan itu namanya antidemokrasi," kata Kandidat Doktor Komunikasi Politik Universitas Padjadjaran ini.

Munas Golkar harusnya menjadi momentum kader-kader di daerah untuk menaikkan posisi tawar mereka di hadapan pimpinan pusat partai. Semakin banyak calon, justru bagus untuk DPD, karena mereka akan dijangkau dan ditampung aspirasinya oleh para calon ketua umum.

"Sebaliknya, semakin dikit calon, apalagi calon tunggal dengan aklamasi, tentu calon tersebut semakin merasa tidak perlu memerhatikan kader-kader di akar rumput, karena merasa sudah akan menang dengan gampang," pungkasnya. [rok]

Komentar

x