Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 16:13 WIB

Polisi Tembak Buronan Perampok di Malang

Jumat, 15 November 2019 | 17:23 WIB
Polisi Tembak Buronan Perampok di Malang
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Malang - Seorang residivis kasus perampokan terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas oleh Tim Buser Satreskrim Polres Malang.

Tersangka berinisial LM (41), warga Dampit, Kabupaten Malang, sempat menjadi buronan atau DPO sejak tahun 2017 lalu.

Usai tertangkap, LM berdalih kapok dan berjanji tak mau mengulangi lagi perbuatannya. "Saya kapok pak. Tobat saya," kata LM, Jumat (15/11/2019) siang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menerangkan, pelaku teetangkap di Ponorogo. Karena melawan, pihaknya terpaksa melakukan penembakan pada kaki tersangka. "Pelaku kita tangkap di Ponorogo. Selama menjadi DPO sejak tahun 2017, selalu berpindah-pindah tempat. Sementara dua orang kawan pelaku sudah lebih dulu tertangkap," tegas Andaru.

Menurut Andaru, kejadian perampokan pada 31 Maret 2017 di sebuah rumah di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, sekira pukul 02.00 wib.

"Kawanan pelaku berjumlah 4 orang. Masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang. Kemudian mengancam pemilik rumah dengan celurit," ujarnya.

Andaru melanjutkan, setelah menggasak uang tunai Rp 30 juta, perhiasan emas 50 gram, 2 ponsel dan motor honda vario, kawanan pelaku kabur melalui pintu depat.

"Saya cuma dapat bagian Rp 3 juta pak. Kata teman saya emasnya cuma 15 gram. Ternyata 50 gram. Saya kapok pak," ucap tersangka LM yang pernah merampok rumah pada tahun 2004 lalu.

Saat beraksi, LM bertugas mengancam dan menyekap korban dengan membawa celurit. Atas perbuatanya, LM dijerat pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman, sembilan tahun penjara. [beritajatim]

Komentar

x