Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 03:35 WIB

PA 212 Sebut Rizieq Hargai Eksistensi NKRI

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 11 November 2019 | 19:42 WIB
PA 212 Sebut Rizieq Hargai Eksistensi NKRI
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif menyebut bahwa surat pencekalan terhadap Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS) sudah ada sejak lama.

Namun menurut dia, selama ini Rizieq Shihab menjaga martabat negara Indonesia dalam hubungan dengan pihak Kerajaan Saudi.

Hal tersebut dalam rangka merespon pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang mempertanyakan mengapa baru sekarang suratnya ada dan baru ditujukan.

"HRS selama ini masih menghargai eksistensi NKRI dan menjaga kondusifitas situasi dan kondisi yang ada," kata Slamet dalam keterangan konfrensi pers bersama Front Pembela Islam (FPI) dan GNPF Ulama menyikapi status Rizieq Shihab di Mekkah di kantor DPP FPI, Petamburan, Jakarta Barat, Senin (11/11/2019).

Slamet menilai, apa yang disampaikan Menko Polhukam bahwa negara juga perlu mempertahankan eksistensinya, adalah justru memperkuat indikasi para penguasa memang tidak menghendaki keberadaan HRS di Indonesia dan melakukan tindakan yang sewenang-wenang.

"Perlu kami klarifikasi, bahwa tidak ada satupun kehendak dari HRS untuk menghancurkan eksistensi NKRI. Apa yang dilakukan oleh HRS selaku ulama adalah semata-mata menjalankan kewajiban agama, menegakkan amar ma'ruf nahi Munkar, dan menasehati penguasa agar tidak bertindak sewenang-wenang atau melakukan kezhaliman," ujarnya.

"Apabila dari amalan tersebut, pihak penguasa mempersepsikan seolah-olah perbuatan tersebut mengancam eksistensi Negara, maka tentu ini ada yang salah dalam logika berfikir penguasa dalam mengelola Negara," sambung dia.

Slamet menegaskan bahwa HRS bukan tidak berani pulang, akan tetapi kepulangan Imam Besar FPI ini terhalang oleh hambatan yang bersifat politis yang bersumber dari pihak Indonesia.

Lebih lanjut dikatakannya, terdapatnya hambatan tersebut disebabkan oleh persepsi yang salah terhadap Rizieq Shihab.

"Pihak yang memberikan hambatan tersebut selalu mempersepsikan HRS sebagai musuh yang keberadaannya tidak di inginkan di Indonesia. Ini dapat kita lihat dari postingan salah satu buzzer penguasa yang menyatakan bahwa HRS memang di skenariokan untuk diasingkan," tandasnya. [ton]

Komentar

x