Find and Follow Us

Kamis, 12 Desember 2019 | 03:46 WIB

Warga Ramaikan Operasi Katarak Gratis Polda Kepri

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Sabtu, 9 November 2019 | 19:30 WIB
Warga Ramaikan Operasi Katarak Gratis Polda Kepri
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Batam - Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggelar bakti sosial kesehatan operasi katarak gratis di RS Bhayangkara Polda Kepri, Sabtu (9/11/2019).

Bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang dihelat Polda Kepri berkerjasama dengan stakeholder terkait ini mendapatkan antusias dari kalangan masyarakat.

Dari data yang dipereoleh kegiatan ini dihadiri sebanyak 334 pasien dari 7 kota/kabupaten di Provinsi Kepri. Setelah diverifikasi 152 pasien dinyatakan memenuhi persyaratan dan sisanya 182 pasien tidak memenuhi syarat mengingat 101 pterigium (lemak menutupi lensa mata), 43 katarak immatur ( katarak belum matang ), 27 visus baik ( masih tajam penglihatan ) dan 11 hanya iritasi mata.

"152 pasien yang dinyatakan lolos terdiri dari 81 laki-laki dan 71 perempuan. Masing-masing perwakilan dari Kota Batam 97 orang, Kabupaten Karimun 37 orang, Kabupaten Bintan 8 orang, Kota Tanjung Pinang 6 orang dan Kabupaten Lingga 4 orang," ujar Kabid Humas Polda Kepri Erlangga dalam keterangannya.

Menurut dia, kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Polda Kepri bersama Himpunan Bersatu Teguh, Bala Bentara Indonesia, Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI), RS Awal Bros Batam, RS BP Batam, Dinkes Prov Kepri, BP Batam dan Melayu Raya.

"Bakti sosial kesehatan ini juga diisi penyerahan bantuan Mikroskop kepada 6 SMA di Kota Batam serta pemberian plakat dan piagam penghargaan
kapolda kepada Andreas Sofiandi, Andry Wibowo dan 12 dokter spesialis mata," ungkapnya.

Erlangga mengatakan kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat, khususnya mencegah kebutaan yang disebabkan katarak.

Dia menyebutkan dari catatan per 2 juta penduduk Indonesia sebanyak 1,5 persennya menderita katarak dan lebih dari 50 persennya kasus mata katarak ini menyebabkan kebutaan dan Indonesia menempati peringkat kedua kasus kebutaan tertinggi setelah Eutopia dan peringkat pertama di Asia Tenggara.

"Dengan resiko serta jumlah tersebut, Polda Kepri dan jajaran serta stakeholder terkait bersama-sama menyelenggarakan kegiatan sosial ini," tuturnya.

Komentar

x