Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 21:37 WIB

Laporkan Novel, Dewi Tanjung Dianggap Giring Opini

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 7 November 2019 | 21:10 WIB
Laporkan Novel, Dewi Tanjung Dianggap Giring Opini
Dewi Tanjung - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Tim Advokasi Novel Baswedan Alghiffari Aqsa mengatakan laporan kader PDIP, Dewi Tanjung terhadap Novel Baswedan atas dugaan rekayasa dalam kasus penyiraman air keras tidak jelas atau ngawur.

Tindakan Dewi dinilai sudah mengarah pada fitnah dan merupakan tindakan diluar nalar serta rasa kemanusiaan. Penyerangan yang mengakibatkan Novel mengalami kebutaan setelah diverifikasi melalui pemeriksaan medis jelas dan telah terbukti sebagai fakta hukum.

"Tidak hanya itu, kasus ini juga diselidiki Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) dan direspon oleh Presiden Jokowi (Joko Widodo dengan perintah menuntaskan pengungkapan kasus ini, meski sampai 2,5 tahun kasus ini belum berhasil diungkap," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (7/11/2019).

Alghiffari bahkan menilai laporan ini justru secara tidak langsung membuat pelapor sebenarnya telah menuduh kepolisian, Komnas HAM termasuk Presiden tidak bekerja berdasarkan fakta hukum benar. Oleh karena itu, semestinya kepolisian tidak memproses laporan ini lebih lanjut.

"Laporan tersebut adalah bentuk kriminalisasi dan serangan terhadap korban. Seperti halnya serangan yang selama ini diterima Novel di media sosial menggunakan buzzer, pernyataan-pernyataan politikus, tokoh ormas, dan orang-orang yang tidak suka dengan KPK. Kali ini serangan termasuk dilakukan dengan pelaporan pidana yamg tidak berdasar," kata dia.

Ia menambahkan, laporan ini juga diduga bertujuan menggiring opini publik untuk mengaburkan dan mengecilkan dukungan kepada upaya penuntasan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan, penolakan terhadap pelemahan KPK dan gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia secara keseluruhan. Pasalnya, laporan dibuat bersamaan dengan desakan publik tentang penerbitan Perppu KPK dan desakan agar kasus penyiraman mata Novel, segera dituntaskan.

"Sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa laporan ini dilakukan saat ini mengingat kasus ini sudah berjalan hampir 3 tahun," katanya.

Diketahui, Dewi Tanjung membuat laporan polisi ini pada Rabu 6 November 2019. Menurut Dewi, kasus yang membuat mata sebelah kiri Novel rusak itu adalah sandiwara belaka. Laporan Dewi itu bernomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Krimsus. Novel dilaporkan atas dugaan penyebaran berita bohong melalui media elektronik.

Dalam pasal yang disangkakan, yaitu Pasal 26 ayat (2) juncto Pasal 45 A Ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dewi meragukan hasil rekam medis Novel. Ia meminta tim dokter independen di Indonesia, memeriksa Novel. Ia menilai, apa yang menimpa Novel tak masuk akal.

Dewi menyebut, dia adalah lulusan seni, sehingga ia menduga rekayasa yang dilakukan Novel mulai dari penyiraman air keras. Kata dia, seharusnya Novel yang disiram air keras mengalami kerusakan pada kulitnya, termasuk kelopak matanya. Lantas, dia mengandaikan luka yang dialami Novel dengan ekstensi mata yang kerap dilakukan oleh wanita-wanita. Menurut dia, bila seseorang melakukan ekstensi mata, maka bulu mata tersebut akan ikut rontok, karena kelopak mata sensitif. [adc]

Komentar

x