Find and Follow Us

Kamis, 12 Desember 2019 | 03:46 WIB

Warga Sidoarjo Protes Pendirian Tower

Rabu, 6 November 2019 | 23:49 WIB
Warga Sidoarjo Protes Pendirian Tower
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Sidoarjo - Warga Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono memprotes berdirinya tower seluler bertuliskan PT Daya Mitra Telekomunikasi yang berada di wilayah RT 9 RW 03 desa tersebut.

Puluhan warga yang protes itu menduga pembangunan tower tersebut tidak ada izin dari pemerintah setempat dan tidak melalui mekanisme sosialisasi yang semesetinya.

"Meski belum memiliki izin, pihak proyek sudah membangun dan terkesan ada pembiaran dari pihak desa," kata Agung, salah satu warga setempat, Rabu (6/11/2019)

Dalam aksinya, selain mendatangi kantor desa setempat, warga yang membawa berbagai poster bertuliskan kalimat protes, seperti 'Bongkar Tower Tak Berizin', 'Tower Membawa Pertikaian' dan sebagainya. Warga yang protes ditemui oleh perangkat desa, Camat Sukodono, Dinas Perizinan Pemkab Sidoarjo, Babinsa dan Babinkamtibmas, Satpol PP serta Polsek Sukodono untuk dilakukan mediasi dengan pihak perwakilan proyek tower.

Dari hasil mediasi, pihak warga meminta tower harus dinonaktifkan hari ini hingga ada kejelasan terkait izin. "Kami khawatir dengan dampak radiasi yang ditimbulkan atas frekwensi jaringan seluler," jelasnya.

Sementara, Abdul Wahab perwakilan dari pihak tower mengaku, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan RT setempat hingga desa. "Saya sudah melakukan koordinasi dengan warga, Ketua RT hingga Kepala Desa Jumputrejo," paparnya.

Sementara itu, Abdul Roin ketua BPD Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono mengatakan, pihaknya sampai saat ini tidak pernah mendapatkan laporan secara langsung terkait berdirinya tower tersebut. "Dari awal ini sudah salah. Seharusnya ada musyawarah dulu dengan warga. Jangan door to door. Undang semua warga setempat," tegasnya.

Ketua RT 09, RW 03 Sutarno, membenarkan perihal tersebut. Pihaknya sudah memberikan saran agar proses sosialisasi dilakukan oleh pihak pengembang. Namun, ia mengaku jika hal tersebut tidak dilakukan.

Sutarno menjelaskan, data warga yang terdampak radius 50 meter dari titik tower sudah diberikan kepada pihak tower. Dirinya mendapatkan peran untuk mendata warganya yang berhak mendapat kompensasi. "Ada 40 rumah warga," tandasnya. [beritajatim]

Komentar

x