Find and Follow Us

Kamis, 12 Desember 2019 | 03:43 WIB

Atap SD Ambruk di Pasuruan

Khofifah Minta Seluruh Sekolah Dicek Kondisinya

Rabu, 6 November 2019 | 06:23 WIB
Khofifah Minta Seluruh Sekolah Dicek Kondisinya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur dan Dinkes Kota Pasuruan membebaskan perawatan para korban reruntuhan bangunan sekolah.

Hal itu disampaikan usai Khofifah mengunjungi korban robohnya bangunan SD Negeri Gentong, Pasuruan, Jawa Timur di RSUD dr. Soedarsono.

"Saya sampaikan ke Kadinkes, supaya jangan sampai ada pungutan kepada para korban. Semua korban ambruknya bangunan sekolah pemerintah yang cover. Saya rasa dari segi medis RSUD dr. Soedarsono punya kemampuan mengcover, tapi kalau dirujuk ke RSUD dr. Soetomo saya sudah sampaikan ke Kadinkes dan Direktur supaya siap, termasuk pembiayaan," ujar Khofifah.

Ia juga memerintahkan pengecekan seluruh bangunan sekolah tak hanya SD, melainkan juga SMP, SMA, SMK, maupun MA di seluruh Jawa Timur mengantisipasi ambruknya bangunan serupa. Terlebih musim hujan diprediksi sudah terjadi pada awal November ini.

"Ini musim hujan sudah tiba, jadi ada kerawanan lebih yang harus diantisipasi sehingga perlu pengecekan kondisi gedung dan bangunan sekolah supaya kejadian ambruknya SDN Gentong tidak terulang di sekolah lainnya di Jawa Timur," ujar Khofifah.

Tidak hanya itu, Khofifah juga meminta agar seluruh sekolah, tak hanya SD, tapi juga SMP, SMA, SMK dan seluruh lembaga pendidikan agar mulai mengecek bangunan gedungnya.

"Apalagi saat ini sudah jelang musim hujan. Ada kerawanan yang harus diantisipasi, sehingga perlu ada pengecekan kondisi gedung dan bangunan sekolah agar kejadian di SDN Gentong tidak terulang," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, SDN Gentong yang berada di Jalan KH. Sepuh Kota Pasuruan pada Selasa pagi sekira pukul 08.30 WIB roboh dan menimpa sejumlah orang yang tengah dalam proses belajar mengajar.

Akibat robohnya bangunan ini seorang siswa kelas 2 bernama Irza Almira (8) dan guru bernama Selvina Arsy Wijaya (19) meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan. Selain dua orang korban jiwa, terdapat 12 orang siswa lainnya yang menderita luka - luka akibat peristiwa ini.

Kepolisian sendiri telah memasang garis polisi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Selasa siang.[Ivs].

Komentar

x