Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 10:51 WIB

Sofyan Basir Kecewa Pada KPK Soal Penangkapannya

Oleh : Ivan Setyadhi | Selasa, 22 Oktober 2019 | 05:25 WIB
Sofyan Basir Kecewa Pada KPK Soal Penangkapannya
Mantan Dirut PT PLN Persero Sofyan Basir - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Dirut PT PLN Persero Sofyan Basir menyesalkan penahanan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadapnya.

Pasalnya Sofyan ditahan hanya satu minggu sebelum hari Raya Idul Fitri.

"Saya dan keluarga tentu sangat berat menerima kenyataan ini, bayangkan bagaimana perasaan dan situasi kehidupan kami ketika penahanan dilakukan di akhir bulan ramadan menjelang Idul Fitri, begitu tega dan kejamnya mereka memisahkan kami di hari itu," kata Sofyan di sidang pembacaan Pledoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019).

Sofyan juga mengaku heran dengan pasal yang menjeratnya ke jeruji besi. Dia menduga ada oknum yang tidak menginginkannya melakukan hal terbaik di perusahaan plat merah.

Kendati begitu, Sofyan menyatakan dirinya tetap menghormati hal tersebut. Ia akan menjalani proses hukum yang menjeratnya itu.

"Walaupun saya kecewa, marah, dan sakit hati, namun saya tetap menghormati dan mengikuti proses hukum perkara ini," kata Sofyan.

Sementara itu dalam perkara, Sofyan membantah telah terlibat dalam kasus korupsi proyek PLTU Riau-1, sebagaimana dituduhkan dalam surat tuntutan JPU KPK.

Sofyan juga membantah telah diduga sengaja membantu proses tindak pidana suap yang melibatkan Eks Wakil Ketua Komisi VII Eni Sargih dari pengusaha Budisutrisno Kotjo. Saat itu Eni menerima suap Rp 4,75 miliar.

Lebih lanjut, Sofyan juga menyatakan keberatan dan menolak semua tuntutan Jaksa KPK sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Saya sangat keberatan dan menolak isi surat tuntutan tersebut. Karena menurut hemat saya, hampir keseluruhan pertimbangan hukum sebagai pijakan menyimpulkan dakwaan pertama menjadi terbukti tersebut didasarkan pada keterangan saksi-saksi pada BAP. Khususnya keterangan Eni di BAP," paparnya.

Atas ulahnya, Sofyan dianggap telah memenuhi unsur dalam Pasal 12 huruf a jo Pasal 15 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 56 ke-2 KUH Pidana.[Ivs].

Komentar

x