Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 10:50 WIB

Penampar Siswa di Malang Mengaku Khilaf

Oleh : Happy CH Karundeng | Minggu, 20 Oktober 2019 | 04:05 WIB
Penampar Siswa di Malang Mengaku Khilaf
(beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Malang - Kapolres Kota Malang AKBP Doni Alexnder mengatakan, dalam penyidikan, motivator Agus Setiawan, tersangka kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur di Malang, mengaku khilaf.

Usai disidik oleh polisi, tersangka mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya. "Setelah disidik mengaku motifnya khilaf," katanya di Malang, Sabtu (19/10/2019). Meski demikian, polisi tetap bakal menerapkan hukuman sesuai undang-undang yang berlaku. "Tapi apapun itu, ini sangat mencederai seluruh pihak khususnya dunia pendidikan. Apalagi murid adalah generasi bangsa," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Kota Malang AKBP Doni Alexnder mengatakan pihaknya telah resmi menetapkan motivator Agus Setiawan sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur. Agus ditangkap polisi pada Jumat, (18/10/2019) kemarin di Bandara Juanda, Surabaya. Agus Setiawan terbukti menampar sepuluh siswa SMK 2 Muhammadiyah Kota Malang. Bukti itu didapat sesuai dengan video yang viral dan pengakuan dari tersangka. "Sementara kita kenakan, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara," katanya, Sabtu, (19/10/2019).

Diketahui, Kota Malang sebagai Kota Pendidikan, dihebohkan dengan video kekerasan yang dilakukan oleh seorang motivator Agus Setiawan karena menampar delapan siswa SMK 2 Muhammadiyah Kota Malang, dalam sebuah kegiatan seminar, Kamis (17/10/2019) lalu. Agus diduga tersinggung dengan siswa yang tertawa di kegiatan itu. Siswa tertawa karena dalam sebuah pemaparan seminar terjadi salah penulisan. Dimana seharusnya menulis Goblok namun justru tertulis Goblog. Karena ejaan yang salah itulah siswa lantas tertawa. [beritajatim]

Komentar

x