Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 18:45 WIB

Pelantikan Jokowi Pengukuhan Kedaulatan Rakyat

Jumat, 18 Oktober 2019 | 22:22 WIB
Pelantikan Jokowi Pengukuhan Kedaulatan Rakyat
Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji mengajak seluruh masyarakat Indonesia mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
Oleh karena itu, alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji lintas angkatan menyelenggarakan pernyataan sikap dan doa bersama di Gedung Joeang 45 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).
"Jika dalam Pilpres kemarin masyarakat Indonesia terbelah berdasarkan pilihan calonnya, termasuk di antara komunitas alumni, maka kami alumni SMAN 3 Ngahiji ingin mengajak agar seluruh komponen bangsa kembali bersatu. Itulah mengapa kami mengadakan acara hari ini," kata Mohammad Farhan, alumnus SMAN 3 Bandung.
Anggota DPR RI dari Partai NasDem itu menegaskan komitmen dari SMA-nya, untuk mengawal dan mendukung Joko Widodo sebagai Presiden dan Maruf Amin sebagai Wakil Presiden yang terpilih secara sah berdasarkan konstitusi yang akan memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) periode 2019-2024.
"Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan kami menyambut pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wapres Maruf Amin," kata Ketua Panitia Acara Debyannie Mamusung.
"Kami siap mengawal dan mendukung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin yang terpilih secara sah berdasarkan konstitusi yang berlaku, untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia periode 2019-2024," timpal alumnus, Rosana Budhiman.
Alumni SMAN 3 Bandung Ngahiji juga menyatakan menolak segala upaya untuk menghalangi atau menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober 2019 mendatang.
"Pelantikan ini mengukuhkan kedaulatan rakyat setelah rakyat Indonesia memberikan hak suaranya dengan datang ke TPS pada April lalu. Inilah people power sesungguhnya yaitu ketika rakyat berbondong-bondong ke TPS," kata alumnus lainnya, M. Fariza Y Irawady.
Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji juga mengutuk segala paham dan aksi terorisme yang dapat merongrong persatuan dan kesatuan NKRI. "Kami menolak setiap upaya untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman berbangsa rakyat Indonesia serta siap melawan radikalisme dan terorisme," kata alumnus lainnya, Dina Arjanti.
Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji yang lain dalam pernyataan sikapnya, Euis Presmawati, alumnus angkatan 75, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa. Ia menegaskan, setelah pilpres, tidak istilah 01 dan 02, yang selalu ada sila ke-3 yaitu persatuan Indonesia.
"Jangan ada lagi 01 dan 02. Mari kita eratkan 03 yang merupakan nilai agung dari Pancasila, persatuan Indonesia," kata dia.
Hal senada disampaikan oleh Ariyyo Bimo dari angkatan 92. Dia mengajak untuk memperat persaudaraan yang sempat koyak ketika musim pilpres. "Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi kita semua, yang mencintai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata dia.
Setelah pernyataan sikap dilakukam doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh Ustaz M Rizal Maulana yang merupakan Anggota Jami'iyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia (DPP JATMI).
Dalam doanya Ustaz Rizal mengajak untuk mencintai Pancasila dan NKRI dan berharap Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi segenap masyarakat Indonesia. [wll]

Komentar

x