Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 10:48 WIB

Gerindra Sebut Kacamata Gucci Mulan Hanya Endorse

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:13 WIB
Gerindra Sebut Kacamata Gucci Mulan Hanya Endorse
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Hendarsam Marantoko mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan anggota DPR Mulan Jameela terkait kacamata Gucci yang disindir KPK.

"Saya baru saja berkomunikasi dengan Mbak Mulan, ternyata itu bukan pemberian dari seseorang atau korporasi, akan tetapi promo/endorse untuk salah satu optik," katanya, Jumat (18/10/2019).

Ia menyatakan, Mulan Jameela mempromosikan kacamata tersebut tak lain karena masih berprofesi sebagai artis. Menurutnya, admin Instagram Mulan Jameela melakukan kesalahan dalam memberi keterangan di unggahan soal kacamata Gucci itu.

"Jadi dengan kata lain Mbak Mulan sebagai artis mempromosikan optik tersebut. Memang ada kesalahan admin Instagram Mbak Mulan dalam membuat caption sehingga seolah-olah Mbak Mulan diberikan kacamata," sebut Hendarsam.

"Sebagai seorang artis sekaligus pejabat negara merupakan hal legal untuk menjalankan usahanya sepanjang tidak ada conflict of interest," tegas dia.

Meski demikian, Mulan Jameela disebut menghargai sikap KPK terkait polemik kacamata Gucci ini. Gerindra dan Mulan Jameela bakal tetap menjaga citra mereka sebagai partai dengan anggota DPR yang belum pernah terjerat korupsi.

"Mbak Mulan dan Partai Gerindra mengapresiasi respons KPK yang concern dalam tindak pencegahan dalam hal ini dan akan tetap mendukung menjaga 'kesuciannya' sebagai satu-satunya partai yang belum pernah terlibat korupsi di DPR RI," katanya.

Sebagaimana diberitakan, unggahan Mulan ini langsung direspon Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Ia meminta setiap penyelenggara negara yang menerima endorsement berupa barang dari pihak tertentu bisa terlebih dulu melaporkannya ke Direktorat Gratifikasi KPK.

"Ya seperti itu sebaiknya harus dilaporkan dulu. Nanti KPK akan lakukan klarifikasi dalam konteks apa pemberian tersebut apakah dalam kaitan business to business atau apa dan lain-lain," ujar Saut saat dihubungi, Jumat (18/10/2019).

Ia menjelaskan, itu adalah prosedur yang tepat. Setelah melapor, laporan tersebut akan diklarifikasi Direktorat Gratifikasi di KPK.

Ia menegaskan, sesuai aturan Undang-Undang pemberian hadiah yang sifatnya gratis ke penyelenggara negara berpotensi menjadi pidana jika tak dilaporkan dalam batas waktu 30 hari ke Direktorat Gratifikasi KPK.

"Kita mengacu pada Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Pasal 12B Ayat 1. Itu sebabnya mengapa pemberian ini bahkan di KPK diawasi karena gratifikasi walau bukan suap akan tetap bisa menjadi pidana bila tidak dilaporkan dalam 30 hari sejak diterima," katanya.

Atas dasar aturan di undang-undang itu, Saut mempersilakan agar Mulan bisa melaporkannya ke KPK.

Nantinya, Direktorat Gratifikasi KPK yang akan menilai apakah barang tersebut patut menjadi hak Mulan atau menjadi milik negara. [adc]

Komentar

x