Find and Follow Us

Sabtu, 16 November 2019 | 07:30 WIB

Apresiasi Polri, JK: Pemimpin Pengayom Anak Buah

Jumat, 18 Oktober 2019 | 13:50 WIB
Apresiasi Polri, JK: Pemimpin Pengayom Anak Buah
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kallah mengapresiasi kinerja Polri selama 2 periode ia menjadi orang nomor dua di Indoneisa. JK menganggap kinerja Polri selama di bawah kepemimpinannya sudah baik dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

"Saya terimakasih ke jajaran kepolisian RI yang telah menjaga ketertiban dalam negara ini menjaga keamanan dan melayani masyakarat secara baik," kata JK dalam sambutannya di acara Tradisi Pengantar Purna Tugas Wapres di Gedung PTIK/STIK, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019).

Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian bercerita bagaiman ia sempat mendapat wejangan dari JK saat menangani konflik di Makassar. Kapolri menyebut saat itu JK melindungi anak buahnya saat tengah di sorot publik.

"Saya dengan pak Kapolda saat itu, Badrodin Haiti, lapor pada presiden, Komnas HAM, Komisi III. Kita menghadap pada beberapa petinggi, jawabannya rata-rata disalahkan. Tapi ketika menghadap bapak, pertanyaannya singkat. 'Apakah yang meninggal bawa senjata?' (saya jawab) 'Ya' Jawaban bapak juga singkat, 'kalian sudah benar tidak boleh ada yang punya senjata selain TNI-Polri. Saya membackup kalian'," kata Jenderal Tito bercerita.

Menjawab itu, JK menyatakan bahwa sudah menjadi tugas pemimpin untuk mengayomi anak buahnya. JK menegaskan membela anak buahnya sesuai dengan kebenaran.

"Bagi saya itu tugas. Kalau kita pemimpin tidak melindungi anak buah, bagaimana negeri ini," ujar JK.

JK sendiri mengaku pernah menjadi saksi yang meringankan bagi anak buahnya di pengadilan. Dia menuturkan pimpinan harus ikut membantu anak buahnya yang terkena masalah.

"Saya kadang jadi saksi di pengadilan, untuk meringankan saksi anak buah. Saya jujur, itu untuk menjaga anak buah yang tertib, sehingga menimbulkan loyalitas. Kalau dihukum dibiarkan maka timbul ketakutan. Kalau pejabat ketakutan siapa yang menjaga," tuturnya. [adc]

Komentar

Embed Widget
x