Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 05:46 WIB

Ini Penjelasan Mulan Soal Kacamata Gucci

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 18 Oktober 2019 | 13:28 WIB
Ini Penjelasan Mulan Soal Kacamata Gucci
Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Mulan Jameela - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Mulan Jameela akhirnya bicara, menanggapi sindiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal unggahan foto tiga kacamata bertuliskan Gucci di akun Instagramnya @mulanjameela1.

Mulan menegaskan unggahan tersebut adalah barang endorsement atau promosi berbayar untuk diiklankan di akun Instagram miliknya. Endorse itu berasal dari akun online shop @jakarta_eyewear.

Ia pun menjelaskannya dengan mengunggah foto tangkapan layar berisi percakapan antara admin Instagram dan akun online tersebut.

"Ini chat antara admin jakarta_eyewear dengan admin saya," tulisnya dikutip, Jumat (18/10/2019).

Mulan Jameela mengunggah Instagram story soal endorse kacamata GUCCI. Dalam tangkapan layar itu, ada chat berisi bukti transfer dan permintaan dari pihak @jakarta_eyewear untuk mengunggah foto kacamata Gucci tersebut.

Online shop tersebut juga telah mengirimkan caption untuk keterangan foto.

"Bismillahirrahmanirrahim...Terimakasih @jakarta_eyewear ngirim kacamata sebagus ini, buat sahabat onlineku yang lagi cari supplier kacamata termurah. bisa order langsung di @jakarta_eyewear ya...," demikian caption foto yang diminta.

Meski demikian, karena merespon permintaan KPK, Mulan mengaku telah memperbaiki caption foto kacamata Gucci itu.

"Captionny skr sudah diperbaiki," tulis Mulan.

Belakangan, Mulan akhirnya menghapus unggahan endorse kacamata Gucci tersebut. Menurut Mulan, hal itu merupakan permintaan dari pihak online shop tersebut.

Sebagaimana diberitakan, unggahan Mulan ini langsung direspon Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Ia meminta setiap penyelenggara negara yang menerima endorsement berupa barang dari pihak tertentu bisa terlebih dulu melaporkannya ke Direktorat Gratifikasi KPK.

"Ya seperti itu sebaiknya harus dilaporkan dulu. Nanti KPK akan lakukan klarifikasi dalam konteks apa pemberian tersebut apakah dalam kaitan business to business atau apa dan lain-lain," ujar Saut saat dihubungi, Jumat (18/10/2019).

Ia menjelaskan, itu adalah prosedur yang tepat. Setelah melapor, laporan tersebut akan diklarifikasi Direktorat Gratifikasi di KPK.

Ia menegaskan, sesuai aturan Undang-Undang pemberian hadiah yang sifatnya gratis ke penyelenggara negara berpotensi menjadi pidana jika tak dilaporkan dalam batas waktu 30 hari ke Direktorat Gratifikasi KPK.

"Kita mengacu pada Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Pasal 12B Ayat 1. Itu sebabnya mengapa pemberian ini bahkan di KPK diawasi karena gratifikasi walau bukan suap akan tetap bisa menjadi pidana bila tidak dilaporkan dalam 30 hari sejak diterima," katanya.

Atas dasar aturan di undang-undang itu, Saut mempersilakan agar Mulan bisa melaporkannya ke KPK.

Nantinya, Direktorat Gratifikasi KPK yang akan menilai apakah barang tersebut patut menjadi hak Mulan atau menjadi milik negara. [rok]

Komentar

x