Find and Follow Us

Sabtu, 16 November 2019 | 07:26 WIB

Membaca Filosofi Gagang Telepon Tergantung

Kamis, 17 Oktober 2019 | 21:55 WIB
Membaca Filosofi Gagang Telepon Tergantung
(Istimewa)
facebook twitter

Membaca Filosofi Gagang Telepon Tergangtung

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Jokowi memposting gambar gagang telepon yang tergantung, dengan tulisan "sabar sebentar lagi" di akun Instagram pribadinya @jokowi hari ini. Apa fisolofi dari itu?

Menurut Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, Presiden akan telepon dan memastikan nama yang yang telah dicantumkan.

Jokowi akan menghubungi masing-masing calon menteri diyakini dapat bekerja dan membantu di pemerintahan.

Selamat pagi. Saya telah menerima beberapa versi "bocoran" nama-nama menteri kabinet untuk pemerintahan periode 2019-2024. Saya sendiri membacanya dengan antusias kalau-kalau itu benar adalah bocoran Yang jelas, susunan kabinet untuk pemerintahan periode mendatang sudah rampung. Saya akan umumkan segera setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 pada 20 Oktober, bisa di hari yang sama, atau setelahnya. Siapa-siapa yang akan membantu saya di pemerintahan nanti? Sabarlah. Indonesia ini tak berkekurangan orang-orang hebat dan mampu memimpin kementerian dan lembaga, dan bersedia untuk mengabdi kepada bangsa ini. Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi: akademisi, birokrasi, politisi, santri, juga TNI dan polisi. Tidak sulit menemukan mereka.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

"Seperti yang Bapak Presiden harapkan, calon menteri memiliki kompetensi yang ideal sebagai calon menteri sesuai dengan latar belakang ilmu pengetahuan yang yang dimiliki serta pengalaman yang paripurna dalam bidang masing-masing," ujar Ngabalin.

(Baca juga: Jokowi Antusias Baca Bocoran Kabinet)

Ngabalin menjelaskan semua calon menteri harus paham dan mengerti bahwa dalam menjalankan tugas pemerintahan pusat komando dan ketaatan tugas pemerintahan hanya satu komando berada di Presiden.

(Baca juga: Jokowi Sudah Rampungkan Susunan Kabinetnya)

"Tidak boleh ada seorangpun yang berpaling dari perintah presiden harus konsisten dalam menjalankan semua perintah dari orang yang memberi amanah," pungkasnya. [rok]

Komentar

x