Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 05:47 WIB

ILUNI UI : IKB Bukan Organisasi Alumni

Kamis, 17 Oktober 2019 | 08:45 WIB
ILUNI UI : IKB Bukan Organisasi Alumni
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Setelah humas Universitas Indonesia (UI) menyatakan Ikatan Keluarga Besar (IKB) UI bukan lembaga resmi kampus, kini Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) pun melontarkan pernyataan yang sama. Bahkan ILUNI mengingatkan para alumni jangan membuat organisasi menggunakan lambang Makara untuk kegiatan politik praktis.

Sebelumnya, IKB UI pimpinan Sri Bintang Pamungkas melakukan unjuk rasa menentang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 20 Oktober 2019 mendatang pada Selasa (15/10). Kelompok yang terdiri dari 11 orang ini menyatakan tak akan mau mengakui pemerintahan yang baru yang dipimpin oleh Jokowi lima tahun mendatang.

Sekjen ILUNI UI Bachtiar Firdaus dalam siaran persnya yang diterima, Kamis (17/10/2019) meminta rekan-rekan alumni mematuhi peringatan Rektor UI untuk tidak menggunakan lambang Makara tanpa izin untuk kegiatan politik praktis.

"Kami atas nama ILUNI UI menyatakan bahwa IKB UI bukanlah organisasi resmi alumni UI. Apa yang dilakukan IKB UI juga telah melanggar Peraturan Rektor UI 058 tahun 2017 tentang Penggunaan Nama, Logo, dan/atau Merk UI," kata Bachtiar.

Bachtiar menyatakan ILUNI UI mengajak segenap komponen bangsa untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif sepanjang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tanggal 20 Oktober 2019. "ILUNI UI akan menjadi penyeimbang yang kritis namun konstruktif terhadap pemerintah yang terpilih melalui mekanisme demokratis dan konstitusional," tegas Bachtiar.

Sebelumnya, Humas UI, Milda juga sudah menyatakan bahwa sebelas orang yang dipimpin oleh Sri Bintang Pamungkas dan menamakan diri sebagai IKB UI bukanlah bagian dari kampus.

"Kelompok ini sama sekali tidak mewakili UI. Kelompok ini juga tidak berhak menggunakan nama, logo dan merek UI sesuai dengan Peraturan Rektor UI nomor 058 tahun 2017 tentang penggunaan nama, logo dan merek UI. Karena itu, hal ini sudah bisa dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran hukum dan akan ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Humas UI, Milda yang dihubungi wartawan, Rabu (16/10) malam.

Milda menyatakan UI menganggap aksi kelompok ini telah menciderai demokrasi karena Jokowi dan Ma'ruf Amin telah memenangkan pilpres dan bahkan kemenangan itu juga telah diperkuat oleh putusan Makamah Konstitusi. [gam]

Komentar

x