Find and Follow Us

Sabtu, 16 November 2019 | 07:20 WIB

Putri Hary Tanoe Dinilai Pantas Masuk Kabinet

Rabu, 16 Oktober 2019 | 22:19 WIB
Putri Hary Tanoe Dinilai Pantas Masuk Kabinet
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin tinggal menghitung hari. Kabinet baru telah disiapkan, salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Angela Tanoesoedibjo yang disebut-sebut akan menjadi menteri.

"Lima tahun ke depan diperlukan menteri-menteri berusia muda, tetapi matang di dalam kepemimpinan, leadership, manajerial dan kepribadian. Saya lihat Angela memiliki itu," kata Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing, Selasa (15/10/2019).

Menurutnya, Angela merupakan tokoh muda yang pas untuk duduk di kabinet Jokowi-Amin ke depan. Apalagi, Jokowi memang sedang berburu generasi milenial yang dinamis, fleksibel dan mampu mengikuti perubahan zaman. Keberadaan generasi milenial dengan latar belakang pendidikan serta prestasi yang mumpuni, dinilai akan membawa perubahan besar terhadap kinerja pemerintahan Jokowi di periode berikutnya.

Melihat rekam jejak Angela, Emrus menilai putri sulung Hary Tanoesoedibjo itu pantas untuk menempati Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (BUMN) untuk periode 2019-2024.

"Saya menyarankan Angela didudukkan di Kementerian BUMN, karena di sana dibutuhkan orang yang kreatif, inovatif dan berpikir bisnis," ungkapnya. Artinya, Kementerian BUMN bisa lebih akseleratif dalam mengelola usaha melalui prinsip-prinsip ekonomi, manajerial dan bisnis.

Menurutnya, Angela bisa memberikan akselerasi yang lebih cepat pada kinerja BUMN dengan prinsip ekonomi, manajerial, bisnis yang sangat dikuasainya. Kinerja BUMN yang bagus diharapkan bisa memberikan kontribusi yang besar pada APBN, sehingga pembangunan banyak terjadi, pemerataan kesejahteraan pun terjadi.

"Nantinya, hasil BUMN yang dialokasikan ke APBN bisa secara merata digunakan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat," tutur Emrus.

Di sisi lain, dunia yang sudah masuk ke industri 4.0 dan sebentar lagi 5.0 membutuhkan pemimpin yang terbiasa dengan berbagai perkembangan teknologi. Sebab, berbagai interaksi terjadi di dunia digital. Ke depan Emrus melihat interaksi hubungan antar negara, perdagangan dalam konteks ekspor-impor dan lain sebagainya serba digital.

Selain Kementerian BUMN, Emrus mengatakan diperlukan generasi muda di sejumlah kementerian, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika; Kementerian Pemuda dan Olahraga; Kementerian Perdagangan, Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Riset dan Teknologi.

"Saya kira dari sudut kinerja, mereka memiliki kelebihan dibandingkan usia yang lebih tua, karena gerak mereka lebih cekatan, lebih cepat," ungkap Emrus..

Diketahui, Angela lahir di Ottawa, Kanada, 23 April 1987. Wanita berparas cantik ini merupakan anak sulung dari pasangan Hary Tanoesoedibjo dan Liliana Tanaja Tanoesoedibjo.

Di usia yang masih terbilang muda, 32 tahun, wanita lulusan S2 dari University of New South Wales ini menorehkan segudang prestasi, baik dalam dunia bisnis maupun politik. Angela dinilai mumpuni sebagai calon menteri milenial yang tengah disiapkan oleh Jokowi.

Anak pertama dari lima bersaudara ini merupakan alumnus University of Technology Sydney, Australia tahun 2008 program Arts in Communications (Media Arts and Production). Lantas, Angela melanjutkan pendidikan magister di University of New South Wales, Australia bidang master keuangan.

Bernaung di bawah panji Partai Perindo, Angela dipercaya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen). Dia calon anggota legislatif (caleg) dari Dapil Jawa Timur I yang meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Meskipun menjadi wajah baru dalam pencalonan Pileg 2019, tapi Angela berhasil mendapatkan kepercayaan masyarakat dan meraup salah satu suara terbanyak, yaitu 30.707 suara.

Selain dunia politik, pengalaman kepemimpinan dan kematangannya di dunia usaha tidak perlu diragukan lagi.
Pada 2008, 2 tahun sebelum Angela lulus kuliah, dia menjadi salah satu pencetus dan menjadi Editor in Chief dari HighEnd Magazine dan HighEnd Teen Magazine.

Angela juga pernah menjabat sebagai Corporate Finance & Business Development Associate PT Media Nusantara Citra Tbk pada 2010-2013. Pada 2013-2014, Angela menjadi Co-Head Vice President MNC Channels.

Tak cukup sampai di situ, Angela menjabat Managing Director Global TV pada pertengahan 2014.

Strategi yang digunakannya adalah dengan _remaking_ program Bedah Rumah, Uang Kaget dan mereposisi Global TV menjadi GTV yang merupakan televisi keluarga Indonesia.

Sejak 30 September 2016, Angela diangkat menjadi komisaris PT MNC Investama Tbk berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan.

Pada Maret 2018, Angela diangkat menjadi Managing Director RCTI dan Managing Director GTV. Selain itu, Angela juga memegang tampuk kepemimpinan sebagai Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk, perusahaan media terbesar di Asia Tenggara.

Meskipun sang ayah adalah seorang pengusaha besar di Tanah Air, tapi Angela mampu membuktikan dirinya menjadi wanita yang mandiri secara finansial buah hasil kerja kerasnya.

Alhasil, di usia yang terbilang muda Angela sudah mapan secara finansial dan telah berkeluarga.

Saat ini, Angela sudah memiliki dua orang anak dari hasil pernikahannya dengan Michael Dharmajaya pada Desember 2012. Kedua buah hatinya bernama Theodore Maximilian Dharmajaya yang lahir pada 2013 dan Madeline Dharmajaya yang lahir pada 2015. [rok]

Komentar

x