Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 05:49 WIB

Ini yang Dirasakan UAS Ketika Ditolak UGM

Oleh : Fadli Zikri | Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:05 WIB
Ini yang Dirasakan UAS Ketika Ditolak UGM
Ustaz Abdul Somad (UAS) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak banyak menanggapi penolakan terhadap dirinya oleh otoritas Universitas Gajah Mada (UGM). Dalam program Fakta Talk Show tv One, UAS pun mengungkapkan apa yang dirasakannya ketika kegiatan kajian di masjid UGM ditolak oleh pihak rektorat.

"Mmm... pertama bahwa saya menyampaikan tausiah itu kan bukan seperti artis yang kejar target, jadi saya diundang saya datang. Kalau misalnya dibatalkan, ya saya ketempat lain yang selalu saya katakan nanti ya kalau yang ini batal, hehe," seloroh UAS menjawab pertanyaan presenter yang dikutip INILAHCOM di akun youtube talkshow tvOne, Rabu (16/10/2019).

UAS menambahkan, sejatinya sebuah tempat bukan lagi hal yang utama dimasa saat ini. Pengajian nya atau siapapun bisa disaksikan oleh seluruh umat melalui jejaring media, baik media konvensional maupun media sosial.

"Jadi setelah kita punya alat komunikasi mutimedia televisi, jadi tempat itu menurut saya tidak terlalu begitu penting, karena ketika saya tausiah di UII (Universitas Islam Indonesia) toh nanti kawan-kawan di UGM juga akan menonton, menyaksikan. Mungkin (diundang) ingin silaturahim, ketemu, bagaimana kalau (ceramah) di masjid kita," tuturnya.

UGM bukan tempat pertama UAS ditolak, sebelumnya ia pernah ditolak masuk ke Hongkong dan sejumlah wilayah di Indonesia. UAS mengaku santai menghadapi hal tersebut.

"Saya kira dari dulu juga begitu (santai). Ketika kasus 2 jam di airport Hongkong, satu jam di Timur Leste, kemudian di beberapa daerah, kemaren terakhir di Kudus," ujarnya.

UAS pun menceritakan sedikit kejadian yang menimpanya di Kudus.

"Saya tetap datang, karena dari awal niatnya penggalangan dana untuk anak-anak autis, jadi begitu batal kita sampaikan aja, uang yang ada peletakan batu pertama. Yang saya khawatirkan itu bukan saya, tapi 120 anak autis tidak berdosa. Yang saya takutkan, cemaskan, khawatirakn, jika 120 anak ini berdoa. Jadi menghadang yang itu, kalau bisa datang lah ke pesantren Al-Ahsaniah, temui anak-anak autis itu, cium tangannya, mudah-mudahan Allah mengampunkan (dosa)" tandas UAS. [rok]

Komentar

x