Find and Follow Us

Sabtu, 16 November 2019 | 07:26 WIB

Dilarang Aksi Demo Jelang Pelantikan Presiden

BEM SI Akan Bersikap

Rabu, 16 Oktober 2019 | 06:16 WIB
BEM SI Akan Bersikap
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) merespon pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono yang menyatakan tidak akan memproses surat pemberitahuan aksi unjuk rasa selama 15-20 Oktober 2019. BEM SI menilai polisi menghalangi keinginan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya.

"Pasti (merasa dihalangi). Kita akan mengeluarkan sikap juga terkait ini," kata Koordinator BEM SI Wilayah Se-Jabodetabek Banten, Muhammad Abdul Basit, kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).

Abbas menyatakan bahwa BEM SI akan berkoordinasi terlebih dahulu untuk menyikap hal tersebut. Secara pribadi, Abbas mengaku kecewa.

"Kalau saya pribadi menyesalkan adanya keputusan itu, sebuah keputusan yang tak mendasar dengan baik," ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menyatakan tidak akan memproses surat pemberitahuan aksi unjuk rasa selama 15-20 Oktober 2019. Hal ini dalam rangka pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024.

"Kami sampaikan tadi bahwa apabila ada yang menyampaikan surat pemberitahuan tentang akan dilaksanakan penyampaian aspirasi kami tidak akan memberikan surat tanda penerimaan terkait itu," kata Gatot seusai rapat koordinasi bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019). [gam]

Komentar

x