Find and Follow Us

Sabtu, 16 November 2019 | 07:20 WIB

PKS tak Ikut-ikutan ke Istana

Selasa, 15 Oktober 2019 | 09:00 WIB
PKS tak Ikut-ikutan ke Istana
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan menjadi oposisi pemerintah. Partai yang dipimpin Sohibul Iman itu tidak akan ikut-ikutan ke Istana seperti partai-partai mantan koleganya pendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 lalu.

"Kami ini bukan menantang atau tidak. Tapi logika politik adalah jelas demokrasi memerlukan checks and balances," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), Senin (14/10/2019).

HNW menambahkan, di Parlemen, PKS akan menjadi mitra yang kritis bagi pemerintah, terutama untuk kebaikan dan kepentingan bangsa kedepan.

"Kami tidak harus sama dengan yang lain. Kami memahami bahwa masukan-masukan itu bisa diberikan oleh anggota anggota DPR PKS melalui komisi di parlemen. Mereka akan memberikan masukan kritik saran hal yang terkait untuk Indonesia," ujar HNW.

Seperti diketahui, tiga Ketua Umum partai politik pendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 lalu, Zulkifli Hasan (Ketum PAN), SBY (Ketum Demokrat), bahkan Ketua Umum Partai Gerindra sendiri Prabowo Subianto telah bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara. Meski tidak menyatakan secara resmi bergabung dengan pemerintah, namun sinyal bergabungnya ketiga partai tersebut semakin kuat. [fad]

Komentar

x