Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:47 WIB

Polisi Gerebek Dokter-Bidan Di Mojokerto

Tak Akui Perbuatan, Polisi Punya Saksi Kunci

Sabtu, 12 Oktober 2019 | 23:00 WIB
Tak Akui Perbuatan, Polisi Punya Saksi Kunci
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Mojokerto - Meski sudah berstatus tersangka, pasangan Dokter-Bidan yang bukan suami istri menolak sangkaan perzinahan yang dialamatkan terhadap keduanya.

Dokter orthopedi tulang belakang ARP dan bidan MAD ditetapkan sebagai tersangka setelah sang suami si bidan yang merupakan anggota kepolisian menggerebek istrinya.

"Keduanya tetap tidak mengakui perbuatannya, tapi saksi kunci menyatakan keduanya terbukti," kata Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Warokka, Sabtu (12/10/2019).

Saksi kunci tersebut merupkan saksi ahli dari dokter RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto yang mengeluarkan visum. Dari keterangan saksi ahli, sejumlah saksi serta alat bukti yang ada tersebut, tim penyidik menetapkan keduanya menjadi tersangka.

"Iya kemarin sore penetapan tersangka keduanya tapi keduanya tidak ditahan karena pasal yang diterapkan ancaman sembilan bulan. Kita akan minta keterangan keduanya pada, Selasa pekan depan," tegasnya.

Tersangka dokter ARP dijerat dengan Pasal 284 ayat (1) KUHP tentang Perzinahan, sedangkan bidan MAD dijerat Pasal 284 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 bulan penjara.[BeritaJatim].

Komentar

Embed Widget
x