Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:46 WIB

Pasangan Dokter-Bidan Jadi Tersangka Perzinahan

Sabtu, 12 Oktober 2019 | 21:37 WIB
Pasangan Dokter-Bidan Jadi Tersangka Perzinahan
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Mojokerto - Polisi akhirnya menetapkan pasangan dokterbidan bukan suami istri sebagai tersangka. Keduanya sebelumnya digerebek berduaan oleh suami sang bidan yang merupakan anggota polisi di Mojokerto.

Keduanya ditetapkan menjadi tersangka setelah terbukti melakukan tindak pidana perzinahan."Dari gelar perkara, penyidik sepakat keduanya ditetapkan sebagai tersangka," kata Kasat Reskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokka, Sabtu (12/10/2019).

Masih kata Kasat, dokter orthopedi tulang belakang ARP dan bidan MAD ditetapkan sebagai tersangka sejak, Jumat (11/10/2019) sore. Penetapan tersangka keduanya berdasarkan keterangan saksi ahli dan alat bukti yang ada, yakni hasil visum.

"Adanya swap pada organ intim tersangka menjadi bukti dia baru saja melakukan hubungan suami istri. Keterangan ahli, yaitu dokter RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, mereka habis melakukan hubungan suami istri. Saksi ahli inilah yang menerbitkan visum," katanya.

Meski sudah berstatus tersangka, namun polisi belum melakukan pemeriksaan pada keduanya. Menurutnya, polisi akan memanggil keduanya untuk dilakukan pemeriksaan pada, Selasa (15/10/2019).

Tersangka ARP dijerat Pasal 284 ayat (1) KUHP tentang Perzinahan, sedangkan bidan MAD dijerat pasal 284 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 bulan penjara. Keduanya digerebek oleh suami tersangka pada, Senin (30/9/2019).

Keduanya digerebek di Perumahan Villa Royal Regency Blok E10, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Tersangka MAD adalah istri Brigadir KN yang merupakan anggota Polsek Puri, Kabupaten Mojokerto dengan dua anak.

MAD bertugas di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto sebagai bidan sejak 2016. Sementara tersangka ARP merupakan dokter spesialis orthopedi tulang belakang di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo. Pria satu anak ini diangkat menjadi PNS Pemkot Mojokerto pada 2013.[BeritaJatim].

Komentar

x