Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:57 WIB

Gerindra Seharusnya Menjadi Oposisi Saja

Sabtu, 12 Oktober 2019 | 20:41 WIB
Gerindra Seharusnya Menjadi Oposisi Saja
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Partai Gerindra seharusnya tetap menjaga kepercayaan pemilihnya agar menjadi oposisi pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Sebab apabila Gerindra masuk dalam pusaran kekuasaan, maka hal itu akan mengecewakan pemilihnya.

Pengamat politik Ujang Komaruddin mengatakan, Prabowo harusnya menyadari di Pilpres 2019 lalu ada 68 juta pemilih yang berharap mantan Danjen Kopassus itu menjadi presiden. Angka itu sekurang-kurangnya tidak menyukai pemerintahan Jokowi selama periode pertama.

"Harusnya Gerindra jadi oposisi saja. Karena pendukungnya banyak yang menginginkan Gerindra berada di luar kekuasaan. Menjadi oposisi sama sama terhormatnya dengan berkuasa. Bahkan menjadi oposisi lebih terhormat. Karena bisa mengingatkan pemerintah ketika pemerintah salah jalan dan salah arah." kata Ujang saat dihubungi, Sabtu (12/10).

Oleh karena itu, Ujang menganggap ketua umum Partai Gerindra kurang etis bergabung bersama Jokowi di pemerintahan. Namun, Ujang menganggap dalam politik, manuver Prabowo itu hanya bagian dari mendapatkan kekuasaan.

"Jadi masuknya Gerindra ke koalisi Jokowi sebagai bagian dari ingin merapat atau mendapat bagian kekuasaan. Itulah politik, sifatnya cair, dinamis dan kompromistis. Dulu lawan, sekarang kawan. Begitu juga sebaliknya. Karena koalisi yang dibangun bukan berbasis dan berdasar ideologi, maka koalisi akan mudah pecah," jelas Ujang.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menambahkan, idealnya negara membutuhkan oposisi yang kuat dan tangguh dalam mengawasi pemerintah. Yang mengkhawatirkan apabila Gerindra dan Demokrat masuk dalam koalisi pemerintah, maka kontrol terhadap Jokowi - Ma'ruf berkurang sehingga kewenangan cenderung disalahgunakan.

"Kata Lord Acton, power tends to corrupt. Kekuasaan itu akan cenderung korup atau disalahgunakan. But absolute power, corrupt absolutely. Dan kekuasaan yang absolut kecenderungan penyalahgunaannya pun akan mutlak," tegas dia. [rok]

Komentar

Embed Widget
x