Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:56 WIB

Soekarno dan Mantan Menhan Djalil Pernah Diserang

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 11 Oktober 2019 | 09:31 WIB
Soekarno dan Mantan Menhan Djalil Pernah Diserang
Presiden ke-1 RI Ir Soekarno dan Mantan Menhan Matori Abdul Djalil
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menkopolhukam Wiranto diserang oleh terduga teroris jaringan Jamaah Ansharu Daulat (JAD) Bekasi saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto ditusuk dan harus mendapat perawatan insentif di RSPAD Gatot Soebrtoo.

Selain Wiranto, mantan Presiden Soekarno dan mantan Menteri Pertahanan Matori Abdul Djalil juga pernah mengalami hal yang sama.

1. Presiden ke-1 RI Ir Soekarno

Bapak Proklamator ini sempat mendapat ancaman beberapa kali. Kasus yang paling diingat adalah tragedi Cikini. Pada 30 November 1957, rombongan Presiden Soekarno yang hendak mengikuti acara malam amal di Perguruan Cikini, dilempari bom molotov oleh sekelompok orang. Soekarno bersama istri dan anak-anaknya berhasil selamat. Namun, 10 orang tewas dan 48 lainnya terluka, termasuk ibu hamil dan anak-anak.

Dalam kasus ini, 4 orang ditangkap yang merupakan penghuni asrama di kawasan Cikini. Mereka merupakan aktivis Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan jugs terlibat jaringan gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia pimpinan SM Kartosuwiryo.

2. Mantan Menhan Matori Abdul Djalil

Matori Abdul Djalil pernah mengalami penyerangan pada Maret 2000. Djalil diserang dengan cara dibacok oleh orang tak di kenal di halaman rumahnya pada pagi hari.

Djalil yang kala itu menjabat Wakil Ketua MPR dibacok sat tengah bersantai di halaman rumahnya. Saat itu, Djalil menghampiri tukang yang tengah merenovasi rumahnya. Tiba-tiba ada seseorang yang menawarkan sebuah brosur desain interior rumah.

Saat itu pula, pria bertubuh kecil menyerang dengan membacok Djalil di bagian punggung, namun berhasil ditangkis. Pria itu lalu kabur ke arah sepeda motor yang disana telah menunggu rekannya. Akibatnya tangan pimpinan PKB itu terluka di bagian tangan dan kepalanya.

Pelaku berhasil ditangkap beberapa hari kemudian bernama Tanzul Arifin alias Sabar. Sabar di vonis 9 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena terbukti melakukan perencanaan pembunuhan terhadap Djalil. [rok]

Komentar

x