Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 03:10 WIB

KPK Minta Politisi Tak Sesatkan Publik

Jumat, 11 Oktober 2019 | 04:02 WIB
KPK Minta Politisi Tak Sesatkan Publik
Juru bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Juru bicara KPK Febri Diansyah menanggapi sejumlah pemberitaan miring mengenai komisi anti rasuah, termasuk tudingan-tudingan yang disampaikan politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan.

Salah satu cara untuk menyerang KPK, katanya, adalah dengan menggunakan informasi palsu, baik yang disebarkan oleh orang-orang tertentu ataupun menggunakan teknologi di media sosial.

"Akhir-akhir ini kami temukan sejumlah informasi yang dulu pernah muncul pada tahun 2017 kembali di daur ulang, padahal informasi palsu tersebut sudah pernah dijelaskan sebelumnya," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (10/10/2019).

Febri meminta publik untuk melakukan pengecekan terus menerus mengenai informasi yang didapat. Apabila ada isu miring tentang KPK, dia menganjurkan untuk cek kevalidan informasi tersebut melalui laman resmi KPK, www.kpk.go.id atau menghubungi Call Center KPK yang ontime 24 jam di nomor 198.

Febri meyakini masyarakat sudah cukup dewasa dan cerdas untuk memilah mana informasi palsu dan mana informasi yang bisa dipercaya. Atas dasar itu, KPK mengajak semua elemen masyarakat Indonesia untuk bijak dan tidak termakan isu bohong.

Febri menyindir sikap para politisi yang justru terkesan termakan informasi bohong hingga mengarah pada upaya menyebarkan kabar tidak benar tentang KPK. Salah satunya mengenai tudingan-tudingan yang disampaikan Arteria Dahla dalam acara Mata Najwa, Rabu (9/10) lalu.

"Kami mengajak semua pihak, terutama para penyelenggara negara, termasuk politisi untuk berbicara secara benar dan tidak menyesatkan publik dengan informasi-informasi yang tidak benar," cetusnya.

Lebih lanjut, KPK juga menyampaikan terimakasih pada seluruh dukungan yang diberikan dari publik, entah itu berupa kritik, apresiasi yang disampaikan melalui berbagai saluran seperti media massa, media sosial hingga suara yang langsung disampaikan dalam demonstrasi.

"Upaya pemberantasan korupsi ini memang tidak mudah dan selalu akan melewati ujian. Namun kita harus terus bergerak," pungkasnya.

Komentar

x