Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 03:07 WIB

KPK Jawab Arteria Soal Oknum Gadungan Minta Uang

Jumat, 11 Oktober 2019 | 05:07 WIB
KPK Jawab Arteria Soal Oknum Gadungan Minta Uang
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjawab tudingan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan terkait 'KPK gadungan' sengaja dimainkan oleh oknum KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menegaskan bahwa tuduhan itu dibuat untuk menutupi tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh KPK adalah tidak benar.

"Kami pastikan hal itu tidak benar, bahkan KPK bekerjasama dengan Polri dalam memproses para pelaku pemerasan atau penipuan yang mengaku-ngaku KPK (KPK gadungan). Selain itu, KPK juga meminta masyarakat untuk melaporkan ke kantor kepolisian setempat," tegas Febri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Febri mengungkapkan, pada tahun 2018 setidaknya telah diproses 11 perkara pidana oleh Polri terkait masalah KPK gadungan. Hasilnya, polisi menciduk 24 orang sebagai tersangka. Selanjutnya, pada bulan Mei-Agustus 2019, KPK juga telah menerima 403 aduan tentang pihak-pihak yang mengaku KPK itu melalui Call Center 198.

"Kemudian diidentifikasi lebih lanjut oleh Direktorat Pengaduan Masyarakat," imbuhnya.

Adapun, lanjut Febri, aduan tersebut antara lain terkait pemerasan dengan motif korban akan diinformasikan sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan dimintai sejumlah uang untuk mengamankan asetnya agar tidak disita KPK.

Ada pula, lanjut Febri, terkait dengan penguman penerimaan pegawai baru KPK hingga dengan modus pembuatan situs kpk-online yang menayangkan berita seolah-olah bersumber resmi dari KPK.

"Klarifikasi mengenai KPK palsu tersebut sudah pernah dilakukan melalui siaran pers di website KPK, doorstop kepada media, dan di media sosial," tegasnya.

Seperti diketahui, politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan menyebut istilah KPK gadungan itu ternyata tidak gadungan. Tapi, kata Arteria, itu oknum KPK yang memanfaatkan pihak yang tersangkut kasus korupsi.

"Kalau kamu tidak mau dipanggil, serahkan harta kamu," ujarnya mengira-ngira dialog antara petugas KPK dengan pihak yang diduga tersangkut kasus korupsi.

Ketika petugas KPK ini tertangkap, lalu ramai disebut sebagai "KPK gadungan" kata Arteria.

"Padahal bukan KPK gadungan. Namanya ada semua," sambungnya.

Selain menuding permainan KPK gadungan, Arteria juga menuding KPK tidak pernah melaporan laporan tahunan KPK kepada DPR.

Namun, hal itu pun sudah dijawab oleh Ketua KPK Agus Rahardjo yang menyatakan dan melampirkan laporan periodik KPK kepada DPR. Bahkan, KPK juga melaporkannya ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga Presiden RI.

Komentar

x