Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 03:03 WIB

Eni Sebut Kenal Samin Tan Dari Mekeng

Kamis, 10 Oktober 2019 | 23:26 WIB
Eni Sebut Kenal Samin Tan Dari Mekeng
Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih menegaskan diperintah Ketua Fraksi Partai Golkar untuk membantu pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan.

Bantuan tersebut beruoa mengurus terminasi kontrak PKP2B PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pengurusan itu berujung suap dan ditangani KPK."Saya sebagai anggota DPR, anggota fraksi, komisi tujuh, saya mendapatkan tugas dari ketua fraksi saya waktu itu," kata Eni Saragih dikonfirmasi awak media usia menjalani pemeriksaan sebagai saksi di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, (10/102019).

Saat PT AKT diterminasi Kementerian ESDM dan diurus Eni Saragih, Ketua Faksi Partai Golkar masih dijabat Melchias Marcus Mekeng.

Eni mengatakan, lagipula mengenai hal ini sudah terkuak jelas di persidangan dirinya saat itu. Bahkan Eni mengaku mengenal Samin Tan dari Mekeng.

"Ya itu ditanyakan (penyidik) memang karena itu sudah yang lalu juga kan, sudah ditanyakan dan itu sudah jelas dalam persidangan saya yang lalu," kata Eni Saragih.

Pada perkara ini, Mekeng dan Samin Tan sudah dicegah KPK untuk bepergian ke luar negeri. Namun baru Samin Tan yang dijerat sebagai tersangka suap.

Mekeng juga sudah empat kali dipanggil penyidik selalu mangkir. Antara lain pada 11 September, 16 September, 19 September 2019, dan teranyar pada 8 Oktober 2019.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus suap PLTU Riau-1 yang menjerat beberapa pihak. Salah satunya yakni Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih.

Dalam sidang Eni, terkuak Samin Tan pernah menyuap Eni dan minta bantuan Melchias Mekeng untuk pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Eni mengakui atas perintah Mekeng, akhirnya dia setuju dan menyanggupi permintaan Samin. Mekeng diketahui sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR saat terminasi kontrak tersebut dilakukan.

Eni dalam persidangan juga terbukti menerima sekitar Rp 5 Miliar dari Samin Tan.

Komentar

x