Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 03:03 WIB

Andi Arief Soal Penusukan Menkopolhukam Wiranto

Jumat, 11 Oktober 2019 | 03:11 WIB
Andi Arief Soal Penusukan Menkopolhukam Wiranto
Politisi Partai Demokrat, Andi Arief - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Insiden penikaman Menteri Koordinator Politik, hukum dan keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) Wiranto menjadi perhatian berbagai kalangan.

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief menyatakan keprihatinannya. Dia mengaku terpukul dengan insiden penikamanan Mantan Panglima ABRI itu.

"Peristiwa tersebut tidak baik untuk proses demokrasi ke depan dan kita percayakan kepada pihak Polri untuk memproses peristiwa secara hukum," tulis Andi di akun Twitternya, @AndiArief_, Kamis (10/10/2019).

Andi melihat ada pesan serius yang harus disadarai oleh publik. Insiden itu menjadi bukti ada masalah hubungan antara masyarakat dan rezim kekuasaan.

"Ada masalah relasi sosial dan kekuasaan yang tersumbat antara rakyat dan pemimpinnya. Ini harus jadi perhatian kita semua, bagaimana mungkin ada warga yang sengaja ingin mencelakai seorang pejabat setingkat menteri," tukas mantan aktivis 98 itu.

Meski demikian, Andi Arief berharap, agar mantan Ketua Umum Hanura itu segera sembuh. Dia berharap kedepan, kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kita butuh keadaan yang lebih santai dimana warga justru bisa berbicara, duduk bersama dan mengadukan masalah mereka secara langsung kepada para pejabat," pungkasnya.

Diketahui, Wiranto mengalami luka di bagian perut usai ditusuk seseorang. Peristiwa ini terjadi saat Wiranto keluar dari mobil dinas RI 16 yang ditumpanginya saat berkunjung di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten.

Diduga pelaku penyerangan dan penusukan terhadap Wiranto terpapar jaringan ISIS. Pelaku bernama Sahril Alamsyah dan Fitri Adriana. Keduanya diduga bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi ke jaringan ISIS.


Komentar

Embed Widget
x