Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 03:03 WIB

Dari 1010 Orang Hanya 18 % Yakin UU KPK Menguatkan

Senin, 7 Oktober 2019 | 06:00 WIB
Dari 1010 Orang Hanya 18 % Yakin UU KPK Menguatkan
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Survei Indonesia (LSI), merilis sebanyak 70,9 persen responden menyatakan UU KPK melemahkan lembaga anti rasuah. Hal tersebut diketahui ketika ditanya kepada responden, tentang revisi UU KPK melemahkan atau menguatkan KPK.
"70,9 persen melemahkan KPK, 18 persen menguatkan KPK, 11,1 persen tidak jawab dan tidak tahu," ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan di Jakarta, Minggu (6/10/2019).
Dalam survei ini LSI mengambil responden secara acak dari responden survei nasional LSI sebelumnya pada Desember 2018 hingga September 2019 yang berjumlah 23.760 orang dan punya hak pilih.
Kemudian, dipilih responden yang memiliki telepon, jumlahnya 17.425 orang. Lalu dipilih sampel dengan metode stratified random sampling sebanyak 1010 orang. Responden diwawancarai lewat telepon pada 4-5 Oktober 2019. Margin of error survei ini adalah plus minus 3,2 persen.Tingkat kepercayaan 95 persen.
Selain itu, sebanyak 76,3 persen publik setuju Presiden Jokowi menerbitkan Perppu UU KPK. Hal ini diketahui dari hasil, LSI bertanya perlukah Presiden Jokowi menerbitkan Perppu untuk membatalkan UU KPK yang dinilai melemahkan KPK
"76,3 persen setuju, 12,9 persen tidak setuju, 10,8 persen tidak tahu tidak menjawab," tutupnya. [wll]

Komentar

x