Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 05:52 WIB

Bupati Pelalawan Diperiksa Polisi Terkait Karhutla

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Kamis, 3 Oktober 2019 | 13:44 WIB
Bupati Pelalawan Diperiksa Polisi Terkait Karhutla
Bupati Pelalawan, Riau, Muhammad Harris - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bupati Pelalawan, Riau, Muhammad Harris, memenuhi panggilan Bareskrim Polri pagi ini. Harris dipanggil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi, terkait perizinan perusahaan yang lahannya terbakar di musim kemarau ini.

"Ini kan ada karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Riau. Karena mungkin di Riau salah satu kunjungannya, ada beberapa perusahaan di Riau, PT AD itu perusahaan Malaysia. Diminta keterangan ke sini sejauh mana izinnya," ucap Harris kepada wartawan di Bareskrim Polri, Kamis (3/10/2019).

Menurut Harris, izin perusahaan tersebut berasal dari Kementerian bukan Pemda Kabupaten Pelalawan. Harris menyebut rekomendasi izin perusahaan itu dimulai 2006 silam.

"Kita kan perizinannya itu kan istilahnya apa tuh, izinnya dari kementerian, bukan dari kita. Itu dulukan ada satu rekomendasi tahun 2006, tapi dilanjutkan dengan pelepasan kawasan waktu itu," jelas Harris.

Harris menuturkan dia sendiri baru mengetahui adanya kebakaran lahan di PT AD dari pihak kepolisian. Dia mengaku tak tahu karena sibuk memadamkan kebakaran di lahan lain.

"Saya saja baru tahu dari orang Mabes juga. Itu kan kebakaran di dalam kebun dia. Kita sibuk memadamkan yang lain," kata Harris.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran menyebut pemanggilan Harris karena di daerahnya terdapat banyak titik api dan lahan yang terbakar cukup luas. Polisi juga membuka peluang memanggil kepala daerah lain jika keterangannya dibutuhkan.

"Hotspot-nya banyak di situ (Pelalawan), lahan yang terbakar banyak. Kita ketahui Pak Presiden 2 kali ke Pelalawan," kata Fadil. [adc]

Komentar

x